- Jangan memohon pada Tuhan tuk meringankan cobaan yang ada, berdoalah pada Tuhan tuk memberikanmu kekuatan tuk dapat melaluinya.
- Hidup tak selalu seperti yang kamu mau. Hal baik dan buruk terjadi selalu, namun semua itu telah diatur Tuhan, dengan akhir yang indah.
- Jangan terlalu pikirkan sendirimu, karena ada seseorang di luar sana yang sedang bertanya-tanya seperti apa rasanya bertemu denganmu.
- Jangan tangisi mereka yang meninggalkanmu demi orang lain. Jika mereka cukup bodoh melepasmu, kamu harus cukup pintar melupakannya.
- Setiap orang punya masalah. Lebih baik mencari solusi masalahmu dari pada membandingkan masalahmu dengan orang lain.
- Kadang kamu bertemu seseorang yang sangat berarti dalam hidupmu hanya tuk menyadari pada akhirnya kamu harus melepaskannya.
- Pikirkan apapun yang akan kamu ucapkan. Karena setiap ucapan yang keluar dari mulutmu, tak akan bisa kamu tarik kembali.
- Cintai apapun yang ada didunia dengan sewajarnya. Karena apapun yang ada di dunia tak ada yang abadi.
- Belajar memahami bahwa tak semua keinginan bisa terpenuhi, barangkali obat terbaik tuk mencegah kecewa dan sakit hati.
- Jangan pernah menyepelekan apapun yang telah kamu miliki, karena mungkin yang kamu miliki itu sangat diinginkan oleh orang lain.
- Selalu lakukan kebaikan dengan cara terbaik. Karena dengan cara itulah kedamaian akan tercipta.
- Ikhlas menerima kesalahan, dan belajar dar setiap kesalahan, karena itu yang akan menjadikanmu kuat dalam menjalani kehidupan.
- Lakukan apapun dengan tepat, bukan hanya cepat. Keberhasilan tak bisa dihalangi jika yang kamu lakukan telah tepat.
- Hidup tak pernah lepas dari masalah, karena masalah adalah salah satu cara Tuhan menjadikanmu pribadi yg lebih kuat dan dewasa.
- Tak ada kata terlambat tuk berubah. Masa lalu hanyalah pendewasaan dirimu. Hidupmu tak ditentukan oleh orang lain tapi kamu!
- Ketika kamu jatuh, jangan tetap di bawah. Jatuh bukan berarti kalah, itu hanya berarti kamu harus bangkit dan kembali mencoba.
- Jangan salahkan dirimu atas keputusan yg salah. Setiap orang membuatnya. Jadikan mereka pelajaran tuk keputusanmu selanjutnya.
- Didalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yg menahan bibirnya, berakal budi.
- Menertawakan masalah org lain itu mudah. Menertawakan masalah diri sendiri? Hanya org hebat yg bisa.
- Jika kamu membiarkan rasa takut tumbuh lebih besar dari imanmu, maka kamu menghalangi impianmu menjadi kenyataan.
- Tak perlu iri pada orang lain. Lihat apa yang kamu miliki sekarang, pikirkan apa yang telah dilakukan tuk dapatkannya. Bersyukurlah.
- Hanya karena orang lain berbuat tidak baik kepada kita, bukan berarti kita harus membalasnya dengan cara yang sama.
- Membenci hanya merugikan dirimu sendiri, karena sebagian besar orang yg kamu benci tak akan peduli dengan kebencianmu.
- Untuk setiap manusia di dunia ini, Tuhan telah memberikan sesuatu yang mulia dan baik ke dalam hatinya. Selalu jaga hatimu.
- Jangan berhenti berharap tuk yg terbaik. Persiapkan diri tuk yg terburuk. Dan terima apapun yang Tuhan berikan.
- Doaku hari ini: Tuhan, maafkan semua kesalahan yang telah ku lakukan. Berkahilah mereka yang selalu mengingatkanku.
- Hidup ini terlalu berharga tuk habiskan waktumu memikirkan dia yang tak memperlakukanmu dengan baik, dan tak pernah menganggapmu ada.
- Salah satu hal terbaik dalam hidup adalah melihat senyum di wajah orang tuamu, dan menyadari bahwa kamulah alasannya.
- Ketika seseorang berusaha menjauhi hidupmu, biarkanlah. Kepergian dia hanya membuka pintu bagi seseorang yang lebih baik tuk masuk.
- Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kamu tak bahagia dengan hidupmu, perbaiki apa yg salah, dan teruslah melangkah.
- Jangan membenci mereka yang mengatakan hal buruk tuk menjatuhkanmu, karena merekalah yang buatmu semakin kuat setiap hari.
- Terkadang, kamu berpikir seseorang telah berubah tanpa kamu menyadari hal itu terjadi karena dia mulai bersikap dewasa.
- Hidup terlalu singkat jika hanya menyesal. Hidup hanya sekali, namun jika digunakan dengan baik, sekali saja cukup!
- Masih atau tidaknya trend tukar
menukar kertas biodata tidak akan mempengaruhi fungsi dan manfaat yang kita
dapat dari memebaca kumpulan Kata Kata Mutiara di atas, karena mengandung berbagai makna tentang
kehidupan yang perlu kita ketahui. Tak lupa semoga apa-pun yang anda pelajari
dari apa yang baru saja and abaca dapat bermanfaat untuk anda dan semua orang
yang nada temui. Jangan lupa SHARE dan LIKE nya untuk semakin menyebarka
manfaat yang anda rasakan.
Kamis, 03 Desember 2015
Kata -kata Mutiara
Kata Kata Bijak
- “Gigitan seorang sahabat akan lebih baik daripada ciuman seorang musuh”
- “Kekhawatiran dengan pekerjaan yang numpuk hanya akan bisa dikurangi dengan menyelesaikannya satu per satu”
- “Kau tidak perlu marah dengan orang yang suka pamer kebahagiaan. Mungkin dia tidak cukup bahagia sehingga perlu pengakuan orang lain”
- “Ilmu tentang suatu kehidupan hanya akan bisa didapat dengan menjalaninya”
- “Tidak seorang pun akan dapat membuatmu kecewa kecuali kamu sendiri yang mengizinkannya”
- “Hidup itu ibarat permainan sepak bola, Harus selalu bergerak dan menyerang serta bertahan agar kita bisa menang”
- “Mereka yang slalu bersabar bukan karena gagal, namun mereka menunggu saat yang paling tepat untuk menikmati sebuah kebahagiaan”
- “bahagia itu sangat sederhana, selalu menghargai apapun yang telah diraih walau sekecil apapun”
- “Kita boleh menjadi seseorang yang biasa saja dengan mimpi yang sangat luar biasa”
- “Jika merasa seorang sahabat, jangan hanya ada disaat membutuhkannya saja”
- "Kehidupan ini pasti akan terasa indah apa bila kita selalu bersukur,, jadi tidak ada alasan apapun bagi kita untuk tidak menyusukuri nikmat apa yang telah diberikan Tuhan pada kita"
- "Tak pernah ada yang salah jika kita mengikuti kata hati, tapi kalau kita selalu menemukan diri kita terluka karenanya,, maka mulailah untuk mendengarkan apa itu logika"
- "Janganlah kita pernah untuk bersedih apabila hari ini dipandang dengan sebelah mata,, teruslah berusaha untuk membuktikan bahwa kita akan layak untuk mendapatkan kedua belah matanya"
- "Sebuah kata maaf selalu yang menjadi terbaik apa bila kita ingin melepaskan beban dalam hati kita,, walaupun terasa sangatlah berat untuk mengucapkannya"
- "Janganlah pernah untuk berputus asa jika hari ini kita tidak mempunyai sebuah pekerjaan,, tetaplah yakin dan selalu berusaha dan berdo'a,, bahwa rezeki pasti ada selagi kita selalu mau bersabar & berusaha"
- "Kehidupan ini hanyalah senuah perjalanan,, Allah dan surga-Nya lah tujuan kita yang utama"
- "Jangalah pernah untuk menggunjingkan orang lain, lebih baik mulai untuk merencanakan dan melakukan apa yang menjadi tujuan kita"
- "Apapun yang akan terjadi dalam hidup ini, jangan pernah dijadikan sebuah beban. Selalu berserah dirilah pada-Nya, dan yakin bahwa Tuhan telah merencanakan sesuatu yang terbaik untuk kita"
- "Bersyukurlah jika dalam mengarungi kehidupan ini mendapatkan cobaan dan masalah. Karena ketika kita mendapatkan cobaan dan masalah itu kita akan selalu teringat dengan Tuhan"
- "Jika orang-orang yang baik tumbang bukanlah karena dengan banyaknya orang-orang yang jahat, tetapi karena begitu banyaknya orang-orang yang baik diam dan selalu mendiamkannya"
- Menjadi seseorang yang selalu bijaksana didalam menyikapi pada setiap pernyataan serta pertanyaan yang ada
Selasa, 16 Juni 2015
KISAH YANG BUAT KITA MERENUNG SEBELUM MENYESAL
Kisah Mengharukan Pengorbanan Kakak Idiot Kepada Adik Yang Membencinya
Kisah Mengharukan Pengorbanan Kakak Idiot Kepada Adik Yang Membencinya
Browse » Home » Kisah Nyata , Motivasi » Kisah Mengharukan Pengorbanan Kakak Idiot Kepada Adik Yang Membencinya
Sebenarnya apa sih arti kebahagiaan. Buat gua, kebahagian itu dilihat dari siapa saja yang ada di sekitar kita. Buat gua, kebahagiaan itu. Seharusnya dalam hidup gua, hanya ada orang-orang yang berarti. Tapi, sayangnya kebahagiaan yang gua miliki rasanya dikotorin oleh pikiran gua sendiri. Alkisah, gua punya keluarga lengkap, ayah, ibu dan seorang kakak laki-laki. Tapi kakak laki-laki gua ini sangat berbeda. Dia seperti penghalang kebahagiaan dalam hidup gua, bukan karena dia pinter ataupun bisa merebut kasih sayang orang tua gua. Tapi karena dia idiot. tapi dari dia, gua belajar akan satu hal, satu hal yang mengajarkan bahwa dialah malaikat dalam hidup gua yang berwujub manusia
Idiot dalam arti kata bego, cacat dan bikin malu gua sebagai adik. Ga ada yang bisa gua banggakan dari dia, umurnya uda 5 tahun lebih tua dari gua, tapi begonya seperti 10 tahun lebih mudah dari gua. Gua gak heran, nyokap sampai harus rela nunda kelahiran gua 5 tahun kemudian, hanya demi merawat dia. Dalam bahasa kedokteran, dia itu kena sindrom Down yang bikin otak dia itu bego. Ga penting apa penyakit yang dia bawa sejak lahir, seharusnya dia itu ga pernah ada aja, karena menurut gua, dia itu hanya bikin malu gua.
Sejak kecil, gua selalu bilang ke nyokap. Kalau mau jemput gua di sekolah, jangan pernah bawa Hendra ( nama kakak gua) atau gua ga kan akan pernah pulang bareng mereka. Nyokap tetap cuek aja bawa kakak gua itu. Akhirnya kalau mereka datang, gua kabur dari sekolah dan memilih pulang sekolah dengan jalan kaki.
Sampai di rumah, nyokap bakal marah sama gua dengan kata2 yang sama,
“Ani, kamu ini ga tau berterima kasih, Mama sama kakak kamu sudah cape2 jemput kamu, kenapa malah kabur?”
“ Siapa bilang Ani kabur?”
“ Kakak kamu walau seperti ini, tapi dia itu gak akan lupa muka adiknya yang lari dari dia?”
Gua terdiam dan bisa bayangkan kalau kakak gua nunjuk2 tangannya saat gua berusaha lari dari mereka,
“ Siapa suruh bawa dia, Ani kan malu punya kakak bego kayak gitu.. Ani sudah bilang jangan jemput kalau ada dia.. ” kata gua langsung lari ke kamar.
Gua, ga pernah mau mengerti? Apakah kalimat yang gua ucapin itu, bisa membuat kakak gua ngerti kalau gua ga suka sama dia. Tapi kalimat itu cukup bikin nyokap marah. Ga peduli ya.. yang penting. Gua gak mau diledekin teman-teman karena punya kakak idiot seperti dia.
***
Sebenarnya kakak gua, gak terlalu jahat dan bikin repot gua dalam kesehari-hariannya. Dia bisa makan sendiri, bisa mandi sendiri dan bisa main sendiri tanpa perlu ditemenin siapa-siapa. Kalau tiba-tiba dia muncul saat gua lagi asyik nonton tv, gua selalu suruh dia pergi, dengan wajah dia yang bego dan mukanya yang culun. Dia malah maksa ikut nonton sama gua. Karena kesel gua teriak.
“ Eh idiot pergi deh, gua males banget loe nonton sama gua.. sana pergi..”
“ Ani.. adik kakak.. kenapa benci sama kakak..??” kata dia sepatah-patah,
Gua terdiam.
Sebenarnya ga ada jawaban kenapa gua harus benci dia. Gua Cuma merasa, hidup gua ini ga seperti teman-teman gua yang lain. Punya kakak yang normal, bisa jadi pelindung gua. Jadi teman ngobrol gua. Tapi kakak gua.. rasanya mustahil.
Akhirnya gua mengalah dan pergi dari ruang tamu, membiarkan dia nonton tv sendiri.
Dulu, gua gak terlalu peduli dan gak pernah sebenci itu sama kakak gua, waktu kecil, gua sering main boneka sama dia, main lari-larian. Atau berbagi tv yang sama. Gua merasa semua baik-baik saja sama dia, sampai akhirnya ketika gua mulai remaja dan pindah ke sekolah menengah pertama (SMP), semua berubah. Awalnya teman-teman gak ada yang tau kalau kakak gua itu idiot, sampai akhirnya seiring waktu banyak yang melihat sendiri kakak gua ketika nyokap jemput gua sama dia, gua mulai merasa malu. Teman teman gua yang mulai tau, kalau gua punya kakak idiot, mulai suka ngomongin gua di belakang. Kalau ada soal pelajaran yang di depan kelas ketika gua harus maju untuk jawab saat disuruh pak guru, dan gua gagal. Ada suara teriakan yang bikin hati gua sakit.
“ pantes aja ga bisa, secara.. kakaknya aja idiot, apalagi adiknya..”
Mendengar itu, gua jadi kesel sendiri. Dan pulang ke rumah, kalau dulu kakak gua langsung ajak gua main boneka, kali ini boneka yang dia kasih ke gua, langsung gua lempar,
“ jangan main sama gua lagi,..”
“ Ke.. napa ?” Tanya kakak gua.
“ Gua malu punya kakak idiot kayak loe..”
Dia terdiam. Mungkin berpikir apa yang gua lakuin ke dia.tapi gua ga peduli. Jadi mulai saat itu setiap dia ajak gua main, gua akan marah dan gak mau. Nyokap selalu suruh gua main sama dia dan gua malah nangis.
“ Mama, kenapa sih Ani punya kakak cacat kayak gitu, Ani kan malu di sekolah teman-teman pada ledekin ani.. idiot, bego-lah ini itu, ani malu ma..”
Mama malah nampar gua dan kakak gua ngeliat itu. Dia langsung tarik tangan mama gua.
“ dasar anak gak tau diri, berani-beraninya kamu ngomong gitu ke mama dan kakak kamu..”
“ Salah apa Ani, salah kalau ngomong jujur kalau Ani malu.. malu punya kakak kayak gitu.. cacat, bego, idiot…” kata gua sambil lari ke kamar.
Nyokap hanya bisa peluk kakak gua, kakak gua yang mungkin cacat, dia pasti mengerti rauk wajah gua yang emosi dan marah. Nyokap hanya bisa nangis dan kakak gua belai rambut dia dengan perlahan seperti membelai kucing yang sering dia temukan di jalan.
***
Bokap gua, kerja di di pertambangan jadi gak pernah pulang kalau setahun sekali. Kalau pulang pun, dia lebih banyak habisin waktu sama kakak gua yang cacat, padahal gua juga anaknya, tapi kasih sayang ke gua Cuma sebatas ngasih duit dan cium di kening, beda sama kakak gua yang dianggap anak emas. Gua ga perlu iri dengan yang ini, yang penting gua dapat uang saku sebab gua tau, nyokap ga akan kasih duit ke gua kalau ga ada ember-ember mau temenin kakak yang idiot untuk main bersama.
Yang namanya remaja, pasti mulai merasakan jatuh cinta. Jadi, di sekolah seberang, ada anak ganteng yang gua suka banget namanya Aji. Gua sering ngeliat dia main basket bareng anak-anak cowok di sekolah gua di taman. Suatu ketika, gua sampai rela-rela jadi pembokat klub basket sekolah yang khusus bawain minum buat pemain basket Cuma untuk kenal sama dia. Gua gak jelek dan juga cantik, tapi gua yakin kalau cinta yang tulus pasti kelak akan terbalas.
Tanpa gua sadari, Aji sering liat gua jalan kaki pulang ke rumah, dia kan naik motor. Merasa kasihan atau emang suka sama gua, akhirnya dia nawarin tumpangan. Astaga, hati gua benar-benar berbunga-bunga banget ketika tawaran itu datang ke gua. Tapi gua tau, akan jadi masalah kalau sampai dia tau rumah gua dan ngeliat kakak gua yang cacat, dengan terpaksa gua suruh dia anterin gua jauh 100 meter dari rumah gua, sebab gua tau, kakak gua selalu sambut gua di depan rumah setiap gua mau pulang. Apa jadinya kalau dia tau gua punya kakak cacat, pasti dia ilfeel sama gua.
Tanpa terasa , gua semakin dekat sama dia. Impian gua untuk punya pacar seperti dia nyaris tercapai ketika dia undang gua ke ulang tahun dia sebagai tamu istemewa. Gua tentu harus kasih dia hadiah yang istemewa. Oleh karena itu, gua harus sogok nyokap gua dengan berpura-pura baik dan mau main sama kakak gua yang idiot itu sampai duit gua ke kumpul untuk kasih hadiah ke Aji. Diam-diam, gua pernah nanya ke dia, mau hadiah apa kalau nanti ultah.
“Apa aja dari kamu aku terima kok, walau hanya bunga di jalan..” ujar Aji yang bikin jantung gua nyaris copot karena romantis
Dari teman-teman dia, gua tau. Aji paling suka yang namanya helm sport. Tapi harganya mahal banget, dan gua tau, apapun yang gua lakukan sekaligus jadi baby sister kakak gua yang cacat, gak akan dapat beli itu helm. Terpaksa gua mikir hadiah lain untuk dia. Sambil nemenin kakak gua main, gua jadi baying-bayangin apa yang harus gua beli. Kakak gua yang merasa gua suka bengong lalu nanya.
“ Kok , main monopolinya lama , adik bengong ya..?” kata kakak gua yang walau idiot jago sekali itu duit.
“ mau tau aja, “ kata gua sambil melangkahkan langkah monopolinya.
Tiba-tiba gua jadi kepikiran, mungkin gak ya, kakak gua yang idiot ini punya duit untuk sumbang bantu gua beli helm.
“ Eh, kak, punya duit gak?” kata gua dan dia langsung nyodorin duit monopoli yang bikin gua BT.
“ Duit beneran tolol, bukan duit kayak gini, duit kayak gini gua juga banyak..”
“ Buat.. apa?” Tanya dia kalau ngomong suka kepatah-patah khas orang tolol.
“ ada kagak..?” Tanya gua kesel.
Tiba-tiba dia hilang ke kamarnya dan balik lagi dengan toples yang berisi uang benaran.
“ ini.. untuk adik..”
“ sumpeh loe.. duit ini hasil tabungan loe selama ini, banyak bener..”
“ untuk adik.. kakak kasih..”
“ yakin..?”
“ ia.. tapi temanin kakak beli permen di supermarket..”
“ Cuma itu doang syaratnya.. gampang banget. Capcus yukkk” kata gua sambil gandeng dia ke supermarket terdekat.
Akhirnya berkat kakak gua, gua bisa beli hadiah terindah untuk Aji. Rasanya bahagia sekali, tapi gua tau, aji ini pasti bakal undang banyak orang dalam ulang tahunnya. Jadi gua harus jadi special di hari itu, gua harus dandan yang cantik dan benar-benar terlihat hebat di pesta ulang tahun dia.
Sampailah tiba pada waktunya.
“ mau kemana Ani?:” Tanya nyokap gua sambil nonton tv sama kakak gua.
“ mau ke ulang tahun teman. “
“ kamu ada ambil duit kakak kamu ya?” Tanya nyokap.
“ kagak tuh, dia yang ngasih sendiri, Tanya aja sendiri sama dia..”
“ ooo. Pantesan duit tabungan dia habis,. Kamu tau gak, dia nabung duit itu buat beli kado ulang tahun kamu minggu depan.. “ kata nyokap yang langsung bikin gua sadar kalau minggu depan gua ulang tahun.
“ oo. Gitu, makasih deh, sama aja kan duitnya juga ke Ani sekarang.”
“ mau ke ulang tahun dimana Ani..?”
“ Di samping sekolah itu, kafe hijau. Si kakak juga tau, kan sering minta beli es hijau disana..”
“ ya uda, hati-hati..”
Dengan perasaan bebas merdeka tanpa larangan nyokap, akhirnya gua melangkah kaki seribu menuju ulang tahun Aji. Sampai disana, gua benar-benar ga salah tebak, banyak cewek2 yang diundang ke ulang tahun dia, termasuk Agnes, musuh bubuyutan gua di sekolah yang suka reseh. Saat gua masuk ke dalam dia langsung negur gua.
“ eh adiknya si idiot, datang juga kesini.. ngapain? Gak bawa kakak loe kesini? “ kata dia dan gua diem aja.
Gua melihat Agnes uda bawa kado dan tiba-tiba teringat kalau kado gua ketinggalan di rumah.
“ kado dari gua istemewa loh, kado dari loe mana Ani? Jangan bilang loe datang Cuma mau numpang makan gratis.’
“ gak usah reseh deh u. gua punya kado, kado yang gak perlu gua kasih liat ke loe..”
“ oh ya.. Alhamdulillah ya..( berujar mirip arti syarini) masih tau diri juga..”
Agnes pergi ninggalin gua, dan gua merasa bodoh sekali ketinggalan kado untuk Aji, kalau balik lagi ke rumah pasti acara penting pemberian kue ulang tahun pertama dari Aji bakal kelewat. Gua gak akan rela kalau si Agnes yang dapat kue pertama. Gua pun berpikir memeras otak untuk membuat suasana jadi gak rusak.
Dirumah.
Kakak gua yang bodoh itu, tiba-tiba ngeliat hadiah kotak yang gak sengaja terletak di lantai, jadi kado itu ketinggalan saat gua lagi iket tali sepatu, dan langsung ninggalin begitu aja. Dia tau dan pasti inget kalau gua akan ke pesta ulang tahun yang tadi gua sebutin, dengan nekad dia bawa kado itu sendirian tanpa sepengetahuan nyokap gua yang lagi cuci piring di dapur. Walau bersusah payah mengingat jalan, akhirnya dia tiba juga di depan tempat kafe hijau sambil bawa kado di tangannya.
Ketika pesta berlangsung dan Aji mulai mau sebutin kue pertama dia, gua dan Agnes saling berpikir untuk mendapatkannya. Tapi tiba-tiba Aji menyebut nama gua, gua senang banget dan maju dengan muka kemenangan di depan Agnes yang sewot mampus.
“ aji maaf ya, kadonya ketinggalan nanti aku kasih besok pas di lapangan basket ya..”
“ iya gapapa, ini kue pertama special untuk kamu.”
Dan saat moment penting itu, kakak gua yang idiot muncul. Sambil berteriak.
“ adik.. adik.. adik… ini kadonya.. kadonya..”
Semua orang melihat ke kakak gua. Dan aji pun gitu. Muka gua langsung terkejut. Agnes mengunakan kesempatan itu sambil berkata.
“ wah, kakaknya si Ani datang tuh, si idiot.. akhirnya adik dan kakak idiot berkumpul hahahaha ”
Kakak gua yang marah kerena merasa Agnes meledek gua, langsung menyerang Agnes hingga mukanya jatuh ke depan kue ulang tahun dan terceplak di mukanya. Gua yang malu melihat kejadian itu langsung panik. Aji bertanya.
“ itu kakak loe..” gua bengong sambil tak bisa menjawab apa-apa
“ bukan.. dia bukan kakak gua..” kata gua lari keluar dari pesta dan merasa malu sekali, karena panik tanpa sadar sepeda motor melaju cepat dan menabrak gua sampai akhirnya gua terpentar tanpa bisa melihat apapun selain orang terakhir di atas bayangan mata gua adalah kakak gua yang berteriak-teriak
Adik.. adik..
***
5 hari kemudian, gua terbangun, terbangun dengan kondisi tanpa bisa mengerakan kaki dan tangan gua, tulang leher gua patah karena tabrakan itu. Nyokap sama bokap ada disamping gua. Tapi ada yang kurang lengkap dari kedua orang itu, yaitu kakak gua.
“ Ma, aku dimana?” kata gua sambil merasakan mata yang sakit.
“ dirumah sakit.. kamu uda gak bangun sejak 5 hari lalu, kamu koma selama itu.”
Gua melihat sekeliling dan memang gua ada di rumah sakit dan beberapa alat kedokteran,. Tapi bukan itu yang gua mau lihat. Gua mau lihat kakak gua, gua merasa dalam tidur gua, selalu terbayang dia. Bayangan dimana mimpi saat masa kecil yang bahagia bermain sama dia, dia gendong gua, dia kasih makanan yang gua suka dan terakhir dia bilang dia sayang gua dengan terpatah-patah.
“ kakak mana?”
Nyokap menangis, dan bokap terdiam dengan berat hati berkata.
“ dia lagi dirawat di ruang sebelah ..”
“ loh dia sakit apa? Kok juga masuk rumah sakit?”
Gua bangkit dan bonyok membantu gua berjalan ke ruangan sebelah dan melihat kakak gua yang sedang tertidur sambil meluk boneka yang dulu sering dia kasih ke gua.. gua melihat kakak gua dengan keprihatinan dan matanya kedua tertutup dengan perban,
“ kakakmu memberikan kedua matanya untuk kamu, ketika kecelakaan kamu terjatuh dan kedua matamu rusak karena cairan raksa yang dibawa motor itu terkena mata kamu.”
“ astaga. Jadi kakak ga bisa ngelihat lagi??..”
Gua menangis saat mendengar kalimat itu.
“ bukan Cuma itu, ada pendarahan yang terjadi setelah operasi dan kakak kamu jadi kritis gini.”
Gua meraih tangan kakak gua, sambil berkata.
“ kakak, bangun, maafin Ani.. kakak, bangun. Ani janji setelah kakak sembuh, ani akan sayang sama kakak lagi.. ani mohon..”
Tangan kakak gua bergerak dan berkata dengan seperti biasanya.
“ Adik.. adik.. kakak sayang kamu.. selamat ulang tahun” kata kakak gua untuk ucapaan terakhir dia
Dan kalimat itulah terakhir yang gua dengar dari dia. Dia telah pergi untuk selamanya, selamanya untuk membuat gua tetap hidup dengan kado kedua matanya untuk gua. dokter sempat menolak untuk memberikan matanya ke gua, tapi kakak gua ngotot. dia merasa tidak boleh ada orang lain yang cacat yang sama di keluarga ini selain dia, mama juga nolak, tapi kakak gua marah dan gak mau makan sampai dia bisa kasih kedua matanya untuk gua. akhirnya mama luluh, dia ikhlas, dan operasi ke gua berhasil tapi kakak gua alami pendarahan dan akhirnya kritis dan pergi untuk selamanya. Selamanya untuk membuat gua merasa tak perlu merasa malu memiliki kakak seperti dia. Dia bukan hanya seorang kakak yang bertahan atas penderitaan yang dia miliki sebagai anak yang lahir dengan kerterbatasannya, tapi dia adalah seorang kakak berhati malaikat yang tanpa pernah berhenti mencintai gua sebagai adiknya.
Tanpa pernah merasa sakit hati oleh kalimat kalimat yang terkadang lebih menusuk daripada gua memukulnya dengan keras.
Kakak, karena dirimu lah kini aku sadar,
Aku tidak terlahir untuk sempurna tanpamu, walau dunia ini mungkin tidak pernah adil untuk kehidupanmu saat ini, apapun yang kamu lakukan atas dasar yang kau pikirkan, kaulah tetap kakakku yang terbaik, terbaik yang ingin pernah kusampaikan kepada dunia.
Bahwa hanya ada satu kesempatan untukku bersamamu dalam hidup ini yaitu saat saat kau hidup bersamaku.
Selamat jalan Kakak tercintaku, Maafkan aku :(
* PESAN MORAL: "JANGAN SAMPAI TERLAMBAT MENGASIHI ORANG-ORANG TERDEKAT ANDA. TUNJUKKAN KASIH ANDA PADA MEREKA SELAMA MEREKA MASIH HIDUP, KARENA MEREKA TIDAK DAPAT MERASAKAN KASIH ANDA JIKA MEREKA SUDAH MENINGGAL."
Rabu, 15 Juni 2011
judul-judul skripsi tarbiyah pai
Skripsi S1 Pendidikan Agama Islam / Tarbiyah
Kumpulan Skripsi Pendidikan Agama Islam / Tarbiyah. Pilih Judul berikut kode yang anda butuhkan kemudian silakan kontak kami via SMS untuk mendapatkannyaTersedia dalam dalam bentuk HARD COPY / Foto Copy (TIDAK ADA DALAM BENTUK SOFT COPY / FILE)
| C1/AJ | KOMPENTASI INTERPESONAL, KONSEP DIRI DAN KEMANDIRIAN ANAK ASUH DI PAY ISLAM KODYA YK (OPTIMALISASI STRATEGI PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN ANAK ASUH PANTI ASUHAN YATIM) | |
| C2/AJ | PENDIDIKAN KELUARGA BAGI PEREMPUAN DLM PERSPEKTIF ISLAM | |
| C3/AJ | POLA PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH YAYASAN KORP DAKWAH MAHASISWA (KODAMA) DI KEC. SEWON BANTUL | |
| C4/AJ | INTENSITAS PENDIDIKAN MORAL KEAGAMAAN ANAK DALAM KELUARGA DI KEL. PANDEAN KEC. UMBULHARJO | |
| C5/AJ | KONSEP PROFESIONALITAS GURU DLM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM | |
| C6/AJ | PENERAPAN PRINSIP PSIKOLOGI BELAJAR DG PROSES PEMBELAJARAN MATERI KEAGAMAAN PADA TAMAN KANAK-KANAK BUDI MULIA YK | |
| C7/AJ | QUANTUM LEARNING DLM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM (KAJIAN FILOSOFIS) | |
| C8/AJ | PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM THD KESADARAN BERAGAMA NARAPIDANA DI LP WIROGUNAN YK | |
| C9/AJ | PENGARUH PERHATIAN PETANI KOPI TERHADAP PRESTASI BELAJAR ANAK SLTP DI DESA ULUDANAU KEC. PULAU BERINGIN KAB. OGAN KOMERING ULU PROP. SUM-SEL | |
| C10/AJ | PERBEDAAN PERILAKU KEAGAMAAN ANTARA ANAK-ANAK YG TINGGAL DI KOMPLEK LOKALISASI DOLY DG ANAK-ANAK YG TINGGAL DI LINGKUNGAN RT 1 GIRILAYA, KODYA SURABAYA | |
| C11/AJ | PENGARUH CARA BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR THD PRESTASI BELAJAR MAHASISWA JURUSAN TARBIYAH FIAI UII YK | |
| C12/AJ | AKTIVITAS KEAGAMAAN PETANI TAMBAK PADA SAAT PANEN RAYA DI DESA TEGALSARI KEC. KEDU KAB. TEMANGGUNG | |
| C13/AJ | PERBEDAAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP RASA PERCAYA DIRI ANAK DI SMU COLOMBO YK | |
| C14/AJ | PERBEDAAN PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PENGALAMAN KEAGAMAAN PADA ANAK SD MUH. PAYAMAN SECANG MAGELANG | |
| C15/AJ | PENDAPAT PARA AHLI TTG PEMBARUAN SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN (ANALISIS PEMIKIRAN K.H. IMAM ZARKASI) | |
| C16/AJ | USAHA PEMBINAAN MENTAL AGAMA ISLAM DI PANTI ASUHAN YAYASAN TA’MIR MASJID (YASTAMAS) CEPU BLORA JAWA TENGAH | |
| C17/AJ | KONSEP PENDIDIKAN ANAK DLM KELUARGA MENURUT ISLAM (TELAAH EVALUATIF THD PROGRESIVISME) | |
| C18/AJ | PERSEPSI KAUM SIPAI TTG NILAI-NILAIISLAM DLM PELAKSANAAN TABOT DI BENGKULU | |
| C19/AJ | KONSEP KECERDASAN EMOSIONAL (TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM) | |
| C20/AJ | HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DG PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS I SLTP N KARANGMOJO GUNUNG KIDUL YK CAWU II TA 98/99 | |
| C21/AJ | PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP BACA TULIS AL-QUR’AN ANAK DILIHAT DARI LATAR BELAKANG TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DI DESA SIMPAR KEC. CIPUNARAGA SUBANG | |
| C22/AJ | EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PENDIDIKAN DLM PENGAJARAN AGAMA ISLAM DI MA DARUL-HAKIM, KIANGROKE BANJARAN BANDUNG SELATAN | |
| C23/AJ | UNSUR BUDAYA ISLAM DLM UPACARA METULAK DI DESA BONJERUK KEC. JONGGAT LOMBOK TENGAH NTB | |
| C24/AJ | PENGARUH NILAI KEAGAMAAN THD POLA KEHIDUPAN MASYARAKAT NELAYAN DI KAMPUNG PASURUAN I DESA UMBUL TANJUNG KEC. CINANGKA KAB. SERANG | |
| C25/AJ | KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK DLM GURINDAM DUA BELAS RAJA ALI HAJI | |
| C26/AJ | PERKAWINAN ANTAR AGAMA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENDIDIKAN ANAK | |
| C27/AJ | REFORMASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI P.T UMUM (PENDEKATAN FUNGSIONAL-KUALITATIF) | |
| C28/AJ | PERILAKU SINKRITISME DIKALANGAN SUKU SASAK (STUDI KASUS DI DESA BAYAN LOMBOK BARAT NTB) | |
| C29/AJ | HUBUNGAN ANTARA PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH DG TINGKAT KENAKALAN SISWA DI SMU GAMA YK | |
| C30/AJ | MEMBACA KALIMAT BHS ARAB TANPA SYAKAL SBG SUATU PROBLEMATIKA BAGI SISWA MA DARUNNAJAH NGEPLAK MARGOYOSO PATI | |
| C31/AJ | PENDIDIKAN AKHLAK PADA ANAK USIA SD (7-12) TH DI PERUMNAS CONDONG CATUR DEPOK SLEMAN YK | |
| C32/AJ | PENGAJARAN BHS ARAB DI MTS N LASEM REMBANG | |
| C33/AJ | STUDI KOMPARATIF TTG METODE DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DLM PELAKSANAAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN I, II DELANGGU | |
| C34/AJ | STUDI KOMPARASI TTG PEKERJAAN ORANG TUA THD MINAT MELANJUTKAN STUDI PD SISWA KELAS III SMA N I BANTUL | 1996 |
| C35/AJ | TEKNIK EVALUASI HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN BHS ARAB DI KELAS II SMU 2 AL-ISLAM SURAKARTA | 1993 |
| C36/AJ | ||
| C37/AJ | FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR AGAMA ISLAM DAN PENGALAMANNYA DI SMA INSTITUT INDONESIA I YK | 1993 |
| C38/AJ | PENGGUNAAN ALAT PERAGA DLM PENGAJARAN BIDANG STUDI FIQIH DI MA BABAKAN KARANG PUCUNG CILACAP | 1992 |
| C39/AJ | STUDI TTG SEBAB AKIBAT DAN UPAYA MENGATASINYA THD KENAKALAN SISWA DI MAN I SURAKARTA | 1993 |
| C40/AJ | PELAKSANAAN PENGAJARAN BELAJAR MEMBACA DAN MENULIS HURUF AL-QUR’AN DI MI SUDIRMAN KEDUNGJERUK MOJOGEDANG KARANGANYAR JAWA TENGAH | 1992 |
| C41/AJ | STUDI TTG USAHA PREFENTIF DAN KURATIF TINGKAH LAKU MENYIMPANG PADA ANAK DLM PROSES PENDIDIKAN ISLAM DI SMPN BANJARATMA KEC. BULAKAMBA KAB. BREBES | 1992 |
| C42/AJ | FUNSI MASJID DLM ISLAM DITINJAU DARI SOSIOLOGI PENDIDIKAN | 1995 |
| C43/AJ | STUDI KOMPARASI TTG PEKERJAAN ORANG TUA THD MINAT MELANJUTKAN STUDI PADA SISWA KELAS III SMA M I BANTUL | 1993 |
| C44/AJ | STUDI TTG PELAKSANAAN PENDIDIKAN NON FORMAL PADA TPA ( TAMAN PENDIDIKAN AL QURAN) DI KEC. SAMBI KAB. BOYOLALI ( TINJAUAN MATERI DAN METODE) | 1992 |
| C45/AJ | KELUARGA SAKINAH (SUATU ANALISA TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM) | 1997 |
| A 1/AJ | PELAKSANAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN BIDANG MANAJEMEN OPERATIF DI MTSN KALIANGKRIK MAGELANG | 1999 |
| A 2/AJ | NILAI NILAI PENDIDIKAN ISLAM DLM AL QURAN SURAT AL HUJURAT AYAT 1-18 | 1996 |
| A 3/AJ | KEMAHIRAN BERBICARA MERUPAKAN INDIKATOR YG DOMINAN DLM PRESTASI BELAJAR BHS ARAB DI MA PROGRAM KHUSUS YOGYAKARTA | 1993 |
| A 4/AJ | PROSES PELAKSANAAN KURIKIULUM 84 DAN METODE METODE MENGAJAR SUB BIDANG STUDI GEOGRAFI DAN KEPENDUDUKAN DI SMP MUH. KENTENG NANGGULAN KULON PROGO | 1993 |
| A 5/AJ | STUDI KOMPARASI TTG PRESTASI BELEJAR BHS ARAB ANTARA SISWA YG BERASAL DR MTS DG SISWA YG BERASAL DR SMP PD MAN BABAKAN LEBAKSIU TEGAL | 1993 |
| A 6/AJ | PEMBINAAN AGAMA DI PONDOK PESANTREN BAGI SISWA PGAN SUKAMANAH TASIKMALAYA | 1991 |
| A 7/AJ | USAHA TOKOH AGAMA ISLAM DALAM MEMBINA KEHIDUPAN BERAGAMA DI DESA SIRAU KEMBANJEN BANYUMAS | 1995 |
| A 8/AJ | STUDI TTG SISTEM PENDIDIKANISLAM DI PONDOK PESANTREN IQRO DESA WONODADI KEC. GADINGREJO KAB. TANGGAMUS, LAMPUNG ( TINJAUAN MATERI DAN METODE PENDIDIKAN ) | 1999 |
| A 9/AJ | STUDI TTG SISTEM PENDIDIKAN DI PONPES AL MAHALLI BRAJAN WONOKROMO PLERET BANTUL YK | 1993 |
| A10/AJ | ANALISIS KUALITAS TES HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN BHS ARAB KLAS III MAN CIBUBUR KAB. KUNINGAN JABAR TA 96/97 | |
| A18/AJ | STUDI EFEKTIFITAS PELAKSANAAN PENGAJIAN AL QUR’AN BAGI ANAK ANAK DI DESA KEBAMA SRONO KAB. BANYUWANGI | |
| B 1/AJ | TELAAH BUKU BHS ARAB UNTUK MTS KARYA DRS. M THOLIB | 1993 |
| B 2/AJ | STUDI EFEKTIFITAS PENGAJARAN BACA TULIS HURUF HURUF AL QUR’AN DI TAMAN AL QUR’AN DAN TAMAN PENDIDIKAN AL QUR’AN AL IRSYAD AL ISLAMIYAH KODYA KEDIRI | 1993 |
| B 3/AJ | PENGAJARAN BHS ARAB DG CBSA DLM PERSPEKTIF PSIKOLOGI HUMANISTIK | 1997 |
| B 4/AJ | PENGAJARAN AL QUR’AN NON FORMAL BAGI ANAK ANAK PD TK AL QUR’AN BDI KORPRI PERTAMINA UP IV DI LINGKUNGAN PERUMAHAN PERTAMINA UP IV LOMANIS CILACAP ( TINJAUAN TTG MATERI DAN METODE) | 1994 |
| B 5/AJ | PENGGUNAAN ALAT PERAGA DLM PENGAJARAN GEOGRAFI KLAS I MTSN PIYUNGAN BANTUL YK | 1992 |
| B 6/AJ | PENGAJARAN MENGHAFAL AL QUR’AN PD MAHASISWA DI FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT ILMU AL QUR’AN WONOSOBO | 1995 |
| B 7/AJ | STUDI TTG PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PON PES MIFTAHUL ULA NGLAWAK KERTOSONO NGANJUK ( TINJAUAN TTG MATERI DAN METODE) | |
| B 8/AJ | STUDI TTG PELAKSANAAN KURIKULUM BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BIMBINGAN PENGALAMAN DI SMPN 2 MUNTILAN KAB. MAGELANG | 1993 |
| B 9/AJ | EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA PENDIDIKAN PADA BIDANG STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MTS AL FALAH SURADADI KAB. TEGAL | 1994 |
| B10/AJ | STUDI TTG PENGAJIAN AHAD PAGI SBG MEDIA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM LUAR SEKOLAH DI DESA TEGALREJO KEC. SAWIT KAB BOYOLALI | 1998 |
| B11/AJ | SUPERVISI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MTS RIYADUSSHOLIHIN PURWOREJO KAB. BANJARNEGARA | 1992 |
| B12/AJ | PROBLEMATIKA PENGAJARAN BHS ARAB KLAS IIA3 DI SMA MUH 2 MAYONG JEPARA | 1995 |
| B13/AJ | STUDI TTG AGAMA ISLAM BAGI ANAK ANAK DLM KEL SYURIYAH RANTING NU SE KEC. SUKOLILO KAB. PATI ( TINJAUAN TTG MATERI DAN CARA PELAKSANAANNYA) | 1993 |
| B14/AJ | PELAKSANAAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DI MAN I KUDUS | 1995 |
| B15/AJ | PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI PENYANDANG TUNA GRAHITA DI SLAB YPLB DANYANG PURWODADI KAB. GROBOGAN | 1996 |
| B16/AJ | STUDI TTG PENGAJARAN MATERI LOGIKA DI SMA KLAS IIIA3 BERDASARKAN KURIKULUM 1984 | |
| B17/AJ | BEBERAPA FAKTOR PENDUKUNG PRESTASI BELAJAR SISWA BIDANG PSPB DI MTSN YK | 1990 |
| B18/AJ | SISTEM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PONDOK PESANTREN MAMBAUL HUDA KALIABU SALAMAN MAGELANG ( TINJAUAN MATERI DAN METODE) | 1996 |
| B19/AJ | PENGARUH STATUS EKONOMI ORANG TUA, LINGKUNGAN TEMPAT BELAJAR DAN MINAT SISWA THD PRESTASI BELAJAR SISWA KLAS III JURUSAN ILMU SOSIAL MAN LAB. FAKULTAS TARBIYAH IAIN SUKA YK | 1992 |
| B20/AJ | KONTRIBUSI BHS ARAB THD PERKEMBANGAN KOSA KATA BHS INDONESIA | 1996 |
| B21/AJ | KORELASI ANTARA HASIL BELAJAR BHS ARAB SISWA DI MADRASAH DINIYAH AWWALIYAH SONOPATIK DG PRESTASI BELAJAR BHS ARABNYA DI MTSN NGANJUK JAWA TIMUR | 1995 |
| B22/AJ | STUDI TTG KESULITAN KESULITAN PENERAPAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DG PENDEKATAN CBSA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DAN KEPENDUDUKAN DI MAN II PRAMBATAN KIDUL KUDUS | 1993 |
| B23/AJ | PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PON PES AL MIFTAH MLANGI NOGOTIRTO GAMPING SLEMAN YK (TINJAUAN HISTORIS) | 1990 |
| B24/AJ | PENGGUNAAN METODE CERAMAH METODE RESITASI DLM PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (STUDI EKSPERIMEN DI SMPN 2 PARAKAN KAB. TEMANGGUNG SEMESTER GASAL TA 89/90) | 1990 |
| B26/AJ | DR ABDULLAH NASHIH ULWAN DAN PEMIKIRANNYA TTG METODE KETELADANAN DLM PENDIDIKAN ISLAM | 1993 |
| B27/AJ | STUDI TTG PELAKSANAAN PENDIDIKAN ISLAM BERDASARKAN KURIKULUM BERSEPADU SEKOLAH MENENGAH (KBSM) DI MALAYSIA (STUDI TTG KONSEP PENDIDIKAN BERSEPADU DLM FILSAFAT PENDIDIKAN AGAMA) | 1993 |
| B28/AJ | STUDI KOMPARATIF TTG KEAKTIFAN BERIBADAH ANTARA REMAJA ISLAM YG BERLATAR BELAKANG PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN PENDIDIKAN UMUM DI DESA BANYUURIPAN BAYAT KLATEN | 1999 |
| B29/AJ | PENGARUH PEMBERIAN TUGAS RUMAH SBG BAHAN PERSIAPAN PEMAHAMAN MATERI BARU THD PRESTASI BELAJAR BIOLOGI SISWAKLAS II SMP AL IRSYAD AL ISLAMIYAH TEGAL | |
| B30/AJ | RESPON SANTRI THD PERUBAHAN SOSIAL DI PESANTREN NURUL HIDAYAH PURWOREJO | 1994 |
| B31/AJ | STUDI TTG METODE PENGAJARAN MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI DI MAN III | |
| B32/AJ | PENGARUH KEAKRABAN SISWA DG GURU AGAMA ISLAM THD BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PD SISWA SMTP (UMUM) SE KEC. KARANGGEDE KAB. BOYOLALI | 1993 |
| B33/AJ | HUBUNGAN ANTARA MINAT MEMBACA LITERATUR DG PRESTASI BELAJAR SISWA SMA KOLOMBO YK | 1993 |
| B34/AJ | ADMINISTRASI SARANA PENDIDIKAN DI SMA MUH VII YK | 1994 |
| B35/AJ | UPAYA PPAI (PENILIK PENDIDIKAN AGAMA ISLAM) DLM MENINGKATKAN KUALITAS GURU AGAMA SD DI KEC. GONDOKUSUMAN KODYA YK | 1993 |
| B36/AJ | PENGAJARAN BIOLOGI DI KELAS II SMP MUH I SURAKARTA ( TINJAUAN METODE) | 1993 |
| B37/AJ | STUDI KOMPARASI ANTARA SISWA YG DIBERI AIR SUSU IBU DG NON ASI THD PRESTASI BELAJAR DI SEKOLAH DASAR MUH SAPEN YK | 1993 |
| B38/AJ | SAMA DENGAN NO B 27/AJ | |
| B39/AJ | STUDI TTG USAHA SEKSI PENDAIS KAB. GUNUNGKIDUL DLM MENINGKATKAN KUALITAS GURU AGAMA ISLAM SD DI KAB. GUNUNGKIDUL | 1993 |
| B40/AJ | PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI PRINSIP DASAR METODIK PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN PD GUGUS DEPAN KODIA MAGELANG 02 144-145.S | 1990 |
| B41/AJ | KORELASI ANTARA PRESTASI BELAJAR BHS ARAB DG PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA DI SMP AS SYIFA PANCANG BANGO SUBANG | 1998 |
| B42/AJ | STUDI TTG PENGAJARAN BHS ARAB DG TARIQOH AL MUKHTARAH DI MAN YK II | 1995 |
| B43/AJ | METODE PENGAJARAN KIMIA KLAS I DI MAN I BOJONEGORO | 1993 |
| B44/AJ | TELAAH BUKU BHS ARAB UNTUK SMA | 1991 |
| B45/AJ | TELAAH BUKU BHS ARAB UNTUK MTSN KARYA DRS M THOLIB | 1993 |
| B46/AJ | PROBLEMATIKA PENERAPAN KURIKULUM 1984 MATA PELAJARAN BHS ARAB DI MAN SURUH KAB. SEMARANG TH 91 | 1992 |
| B47/AJ | STUDI TTG PEMBINAAN AGAMA ISLAM DLM LINGKUNGAN KELUARGA PARA KARYAWAN MUSLIM | |
| B48/AJ | METODE BELAJAR MENGAJAR AL QUR-AN PADA PENDIDIKAN ISLAM NON FORMAL DI KEBARONGAN KEMRAJEN BANYUMAS | 1990 |
| B49/AJ | USAHA USAHA PENANGGULANGAN KENAKALAN ANAK PADA BALAI BIMBINGAN KEMASYARAKATAN DAN PENGENTASAN ANAK (BISPA) KELAS I YK | 1992 |
| B/AJ | USAHA GURU AGAMA ISLAM DLM MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA SMEA N SE KAB. SLEMAN | 1994 |
| C/AJ | PROBLEM PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI ANAK ANAK DLM KELUARGA PERANTAU MUSLIM DESA KWASEN PEKALONGAN | 1992 |
| K/AJ | STUDI TTG KEBERHASILAN PENGAJARAN BIDANG STUDI AGAMA ISLAM DI MA TARBIYATUL ISLAM SOKO –TUBAN | 1990 |
| M/AJ | PERANAN ORANG TUA DLM PENDIDIKAN ANAK MENURUT ISLAM | 1999 |
| N/AJ | STUDI TTG PELAKSANAAN PENGAJARAN STUDI AQIDAH DAN AKHLAK DI MA NURUL ISLAM TEGALREJO ,NGRESEP, NGEMPLAK BOYOLALI ( TINJAUAN BEBERAPA FAKTOR PENDIDIKAN DLM PELAKSANAAN KURIKULUM) | 1992 |
| P/AJ | PELAKSANAAN PENDIDIKAN AKHLAK DLM RANGKA SOSIALISASI ANAK DILINGKUNGAN KELUARGA SANTRI TAMAN KANAK KANAK DAN TAMAN PENDIDIKAN AL QUR-AN YASMIN YK TA 90/91 | 1991 |
| T/AJ | PELAKSANAAN PENDDIDIKAN AKHLAK DLM RANGKA SOSIALISASI ANAK DI PANTI ASUHAN YATIM PUTRI AISYIYAH KAB. MAGELANG | 1993 |
| U/AJ | STUDI TTG AKTIFITAS GURU AGAMA ISLAM DI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA DLM MENDIDIK ANAK MEREKA DI KEC. SUSUKAN KAB. BANJARNEGARA | 1992 |
| T 1/AJ | KORELASI JENJANG PENDIDIKAN ORANG TUA DG MOTIVASI SISWA UNTUK MELANJUTKAN KE PT PADA SISWA MAN YK I | 1997 |
| T 2/AJ | UPAYA GURU DLM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMK MUH 2 TUKANGAN YK | 1997 |
| T 5/AJ | PERSEPSI SISWA TTG PELAKSANAAN KURIKULUM TH 94 BIDANG STUDI PAI DI SLTP FATAHILLAH LOHBENER KAB. INDRAMANYU | 1998 |
| T 6/AJ | SIKAP GURU AGAMA ISLAM THD PROFESINYA DAN KOMPETENSI MANGAJAR DI MTSN WONOSARI | 1991 |
| T 8/AJ | PROSES INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DG ANAK TUNA GRAHITA DI SLB C PEMBINA MENDUNGAN YK | 1997 |
| T 9/AJ | PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN JAM BELAJAR MASYARAKAT THD PRESTASI BELAJAR SISWA SLTP DI WARUNGBOTO UMBULHARJO KODYA YK | 1998 |
| T10/AJ | KORELASI ANTARA METODE SOROGAN DAN BANDONGAN THD KEMAMPUAN BACA KITAB SANTRI DI PON PES BABAKAN JAMANIS PARIGI CIAMIS JAWA BARAT | 1998 |
| T11/AJ | EFEKTIFITAS PELAKSANAAN SUPERVISI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SLTP MUH I DEPOK SLEMAN YK | 1997 |
| T14/AJ | TINGKAT PEMAHAMAN KEAGAMAAN DAN POLA PEMBINAAN MASYARAKAT MUSLIM DI DAERAH TAHUNAN UMBULHARJO YK | 1997 |
| T15/AJ | EVALUASI PELAKSANAAN PEMBINAAN AKHLAK REMAJA OLEH MUSLIMAT NU DI DESA KALIREJO KEC. KALIREJO KAB. LAMPUNG TENGAH | 1997 |
| T16/AJ | PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA DITINJAU DARI LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL SISWA MTS BUNGURSARI TASIKMALAYA CAWU II TH 96 | |
| T18/AJ | PENGARUH PENDIDIKAN AGAM ISLAM THD TINGKAH LAKU REMAJA MUSLIM DI DESA SERENAN KEC. JUWIRING KAB. KLATEN JA TENG | 1997 |
| T20/AJ | PENGARUH POLA KEPEMIMPINAN ORANG TUA THD PENGALAMAN AGAMA ISLAM SISWA MTSN PAKEM YK | 1998 |
| T21/AJ | HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DAN SIKAP PROFESIONALISME GURU DI SMU UII YK | 1998 |
| T22/AJ | STUDI MOTIVASI BERPRESTASI MAHASISWA TUNANETRA FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM JURUSAN PAI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YK DLM MERAIH PRESTASI BELAJAR | 1998 |
| T23/AJ | SIKAP MASYARAKAT MUSLIM DI KEL.SINDUHARJO KEC. NGAGLIK KAB. SLEMAN THD ASURANSI JAMINAN SISWA | 1992 |
| T30/AJ | EFEKTIFITAS PENGGUNAAN BK BHS INGGRIS DLM PENGAJARAN BHS INGGRIS PD SISWA MTSN BOYOLALI (STUDI KURIKULUM) | 1990 |
| T33/AJ | RELEVANSI ACCELERATED LEARNING DG PENGAJARAN QIRA’AH (MEMBACA) | 2002 |
| T34/AJ | USAHA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DLM MENINGKATKAN IBADAH SHOLAT PADA SISWA KELAS III SMKN I GODEAN KAB. SLEMAN TA 2003/2004 SEMESTER II | 2004 |
| T35/AJ | MANAJEMEN PENDIDIKAN DI MA PONDOK PESANTREN MODERN ISLAM ASSALAM SURAKARTA TA 2003/2004 | 2004 |
| T36/AJ | PERAN BUKU PANTAUAN SHOLAT TERHADAP KEBIASAAN PENGAMATAN IBADAH SHOLAT DI SD TUKHARJO KEC. SAMIGALUH KULON PROGO TH 2002/2003 | 2003 |
| T37/AJ | POLA HIDUP PARA KYAI PD ERA GLOBALISASI DI KEC. SEWON BANTUL YK | 2004 |
| T38/AJ | FAKTOR FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR MENGAJAR BHS ARAB DI MTSN 1 WONOSARI | 2000 |
| T39/AJ | INTENSITAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM | |
| T40/AJ | INTENSITAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN PENGARUHNYA THD MOTIVASI BERBUSANA MUSLIMAH PADA SISWI SMK N 5 YK | 2005 |
| T41/AJ | HUBUNGAN GURU SISWA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMBINAAN AKHLAK KELAS II MTSN YK | 2004 |
| T42/AJ | HUBUNGAN ANTARA HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DG PERILAKU SISWA DI SMP MUH I YK | 2005 |
| T43/AJ | NILAI NILAI TAUHID DLM AYAT KURSI DAN METODE PEMBELAJARANNYA DLM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (SUATU TINJAUAN TEORITIK) | 2006 |
| T44/AJ | DIMENSI EDUKATIF DLM AMSAL AL QUR’AN (KAJIAN PERSPEKTIF KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM) | 2006 |
| T45/AJ | PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (SUB KOMPETENSI IBADAH) DI SMK N I WONOSARI GUNUNG KIDUL | 2007 |
| T46/AJ | POLA ASUH ORANG TUA DLM MEMBINA KEMAMPUAN BACA TULIS AL QUR’AN PADA ANAK ( STUDI KASUS DI DUSUN PELEMAN BARU RT 33 REJOWINANGUN KOTAGEDE DIY) | 2008 |
| T47/AJ | PENDIDIKAN BERBASIS INFORMATION COMMUNICATION TECHNOLOGI (ICT)DI SMA MUH I YK ( KAJIAN ATAS KONSEP DAN STRATEGI PENGELOLAAN KELAS ) |
Sabtu, 11 Juni 2011
JUDUL-JUDUL SKRIPSI PAI TARBIYAH
1. EFEKTIVITAS PROGRAM PENGAJARAN REMEDIAL DALAM MENINGKATKAN PENCAPAIAN STANDAR MINIMAL PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( STUDY KASUS DI MAN........)
2. KOMPETENSI SOSIAL GURU MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK DAN PENGARUHNYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI MAN....
3. PENGARUH ORANG TUA DALAM MENENTUKAN MASA DEPAN ANAK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK YANG SUDAH MEMASUKI TAHAP AKHIR AJARAN DI SEKOLAH (KEINGINAN ORANG TUA DAN ANAK BERBEDA)
4. PENGARUH FILM-FILM SADIS DAN BERBAU PORNO TERHADAP POLA FIKIR DAN MOTIVASI BELAJAR ANAK
2. KOMPETENSI SOSIAL GURU MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK DAN PENGARUHNYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI MAN....
3. PENGARUH ORANG TUA DALAM MENENTUKAN MASA DEPAN ANAK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK YANG SUDAH MEMASUKI TAHAP AKHIR AJARAN DI SEKOLAH (KEINGINAN ORANG TUA DAN ANAK BERBEDA)
4. PENGARUH FILM-FILM SADIS DAN BERBAU PORNO TERHADAP POLA FIKIR DAN MOTIVASI BELAJAR ANAK
Minggu, 03 April 2011
MAKALAH "PEMBALAKAN LIAR"
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hutan merupakan sumber daya alam yang tidak ternilai harganya, karena didalamnya terkandung keanekaragaman hayati sebagai sumber plasma nutfah, sumber hasil hutan kayu dan non-kayu, pengatur tata air, pencegah banjir dan erosi serta kesuburan tanah, perlindungan alam hayati untuk kepentingan ilmu pengetahuan, kebudayaan, rekreasi, pariwisata dan sebagainya. Adanya hutan adalah untuk kemanfaatan manusia dan manusia wajib melestarikannya, oleh karena itu dalam pengelolaan hutan harus berasaskan manfaat dan lestari. Karena itu pemanfaatan hutan dan perlindungannya telah diatur dalam UUD 45, UU No. 5 tahun 1990, UU No 23 tahun 1997, UU No. 41 tahun 1999, PP No 28 tahun 1985 dan beberapa keputusan Menteri Kehutanan serta beberapa keputusan Dirjen PHPA dan Dirjen Pengusahaan Hutan. Namun gangguan terhadap sumber daya hutan terus berlangsung bahkan intensitasnya makin meningkat.
Kerusakan hutan yang meliputi : kebakaran hutan, penebangan liar dan lainnya merupakan salah satu bentuk gangguan yang makin sering terjadi. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh kerusakan hutan cukup besar mencakup kerusakan ekologis, menurunnya keanekaragaman hayati, merosotnya nilai ekonomi hutan dan produktivitas tanah, perubahan iklim mikro maupun global, dan asap dari kebakaran hutan mengganggu kesehatan masyarakat serta mengganggu transportasi baik darat, sungai, danau, laut dan udara. Dan juga gangguan asap karena kebakaran hutan Indonesia akhir-akhir ini telah melintasi batas negara.
Berbagai upaya pencegahan dan perlindungan kebakaran hutan dan penebangan liar telah dilakukan termasuk mengefektifkan perangkat hukum (undang-undang, PP, dan SK Menteri sampai Dirjen), namun belum memberikan hasil yang optimal. Sejak kebakaran hutan yang cukup besar tahun 1982/83 di Kalimantan Timur, intensitas kebakaran hutan makin sering terjadi dan sebarannya makin meluas. Tercatat beberapa kebakaran cukup besar berikutnya yaitu tahun 1987, 1991, 1994 dan 1997 hingga 2003. Oleh karena itu perlu pengkajian yang mendalam untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan.
Penebangan liar juga dapat berdampak negatif antara lain dapan menyababkan tanah longsor dan banjir bandang. Oleh karena itu hutan kita perlu adanya penjagaan serius dari berbagai pihak terutama dari pihak pemerintah sebagai aparatur negara supaya tidak terjadi kebakaran dan penebangan liar dan tidak terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan.
Saat ini, hanya kurang dari separuh Indonesia yang memiliki hutan. Perlu diketahui bahwa penebangan hutan baik itu legal ataupun ilegal, HPH maupun liar, merupakan ancaman untuk masyarakat.
Mungkin kita merasa biasa saja dengan bencana yang sering terjadi akhir-akhir ini di negeri kita cintai ini, yaitu Indonesia, akan tetapi bencana ini sudah terjadi berulang-ulang kali bahkan para ahli tidak bisa memprediksikan kapan hal ini akan berakhir, penyebab utamnya adalah tidak lain dan tidak bukan karena ulah manusia itu sendiri yang melakukan penggundulan hutan dengan cara penebangan hutan terus-menerus dan liar yang dilakukan oleh manusia sendiri.
Jumlah hutan-hutan di Indonesia sekarang ini makin turun dan banyak dihancurkan berkat penebangan hutan, penambangan, perkebunan agrikultur dalam skala besar, kolonisasi, dan aktivitas lain yang substansial, seperti memindahkan pertanian dan menebang kayu untuk bahan bakar.
Indonesia memiliki harapan bahwa dengan ditebangnya hutan-hutan di Indonesia justru akan mendapatkan devisa yang banyak dan yang sebenarnya justru menguntungkan, tetapi sayangnya Indonesia salah menggunakan hutan.
Pada kenyataannya, efek dari berkurangnya hutan ini pun meluas, tampak pada aliran sungai yang tidak biasa, erosi tanah, dan berkurangnya hasil dari produk-produk hutan. Polusi dari pemutih khlorin yang digunakan untuk memutihkan sisa-sisa dari tambang telah merusak sistem sungai dan hasil bumi di sekitarnya, sementara perburuan ilegal telah menurunkan populasi dari beberapa spesies yang mencolok, di antaranya orangutan (terancam), harimau Jawa dan Bali (punah), serta badak Jawa dan Sumatera (hampir punah). Di pulau Irian Jaya, satu-satunya sungai es tropis memang mulai menyurut akibat perubahan iklim, namun juga akibat lokal dari pertambangan dan penggundulan hutan.
Pemanfaatan hutan yang tidak disertai dengan upaya-upaya peletarian telah menimbulkan gangguan terhadap hutan. Gangguan terhadap hutan sudah berlangsung lama dan apabila tidak segera diantisipasi dapat menimbulkan hambatan bagi jalannya pembanguann nasional bahkan malapetaka bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
Kabupaten Tanggamus memiliki luas ± 335.661 Ha, dengan luas hutan ± 155.226,35 Ha ( 46,24 %), dari luas hutan tersebut ± 141.881,35 (91,40 %) Ha merupakan Kawasan hutan lindung dan 10.500 (6,76 %) Ha merupakan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Kawasan hutan ini memiliki fungsi strategis sebagai penyangga sistem kehidupan dan pengawetan hayati. Kabupaten Tanggamus merupakan hulu dari 2 (dua) DAS besar yaitu Das Sekampung dan Seputih serta merupakan daerah tangkapan air (Catchment Area) bagi PLTA Batu tegi yang menjadi sumber tenaga listrik dan bendunagn terbesar di Lampung.
1) Disampaikan pada Seminar dan Loakkarya” Tanggamus, Potret Penanganan
Penebangan liar dan Penegakan Hukumnya”, pada tanggal 14 Juni 2004.
2)Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanggamus
Hutan di Kabupaten Tanggamus, khususnya hutan lindung saat ini mengalami kerusakan yang cukup parah dengan tingkat kerusakan mencapai 65 %. Kebakaran hutan, penebangan liar dan perambahan yang disertai pejarahan merupakan beberapa faktor paling dominan sebagai sumber kerusakan hutan. Pengrusakan ini sudah cukup lama terjadi yang mengakibatkan beribu-ribu hutan gundul dan berubah fungsi. Jumlah perambah pun dari tahun ke tahun terus meningkat, bahkan aparatur pemerintah yang seyogianya menjaga dan mnengamankan para penebang-penebang liar malahan ikut serta atau menjadi cukong-cukong hutan yang mlindungi dan memuluskan kegiatan tersebut dengan alih-alih mendapatkan keuntungan yang cukup besar dari gaji yang diterimanya.
untuk menjamin terwujudnya keseimbangan antara upaya pengelolaan dan pengamanan, sangat diperlukan sekali peran serta dari semua instansi terkait untuk terciptanya keserasian dan keterpaduan gerak langkah. Sehingga seluruh strata masyarakat (eksekutif, legislatif, yudikatif, masyarakat regional dan internasional) harus mempunyai satu pengertian yang sama dan membudaya bahwa pengamanan hutan merupakan satu upaya yang paling utama disamping pemanfaatan hasil hutannya. Selain itu agar tujuan pembangunan kehutanan dapat tercapai dengan baik dipandang dari aspek sosial, ekonomi, politik dan budaya serta issue pengelolaan hutan lestari maka upaya pemanfaatan hasil hutan harus tetap memperhatikan aspek-aspek perlindungan dan pengamanan hutan. Dengan kata lain hasil-hasil yang dicapai dalam pemanfaatan hasil hutan harus dapat mendukung terhadap upaya-upaya perlindungan dan pengamanan hutan.
B. Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka timbul masalah:
1) Berapa banyak hutan di Indonesia yang ditebang?
2) Mengapa hutan kita rusak?
3) Bagaimana penebangan hutan itu terjadi?
4) Apa dampak dari kerusakan hutan?
5) Apa saja upaya yang sudah dilakukan?
C. Perumusan Masalah
- Apa dampak kerusakan hutan dan upaya apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya dan menanggulanginya?'
D. Tujuan
Tujuan penulis membahas tentang pembalakan liar/penebangan hutan adalah agar penulis dapat mengetahui keadaan sebenarnya tentang penebangan hutan di Indonesia yang dalam dugaan selama ini berbeda dengan kenyataannya.
E. Cara Pengumpulan Data
Metode yang digunakan penulis dalam pengumpulan data adalah dengan studi pustaka, yaitu dengan browsing di website dan membaca artikel-artikel di koran dan majalah.
E. Ruang Lingkup
Dalam karya tulis ini, melalui media internet, penulis meneliti daerah-daerah di pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Papua dalam rentang waktu antara tahun 1960-sekarang.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Indonesia Merupakan Penebang Hutan Terbesar
Indonesia menghancurkan kira-kira 51 kilometer persegi hutan setiap harinya, setara dengan luas 300 lapangan bola setiap jam.
Angka tersebut diperoleh dari kalkulasi berdasarkan data laporan ‘State of the World’s Forests 2007’ yang dikeluarkan the UN Food & Agriculture Organization’s (FAO). Menurut laporan tersebut sepuluh negara membentuk 80 persen hutan primer dunia, dimana Indonesia, Meksiko, Papua Nugini dan Brasil mengalami kerusakan hutan terparah sepanjang kurun waktu 2000 hingga 2005.
Kerusakan hutan yang awalnya terjadi di kawasan hutan produksi, saat ini sudah merambat secara serius ke dalam akwasan hutan lindung dan kawasan hutan konservasi. Kawasan cagar Alam, Cagar biosfer, wisata alam, hutan lindung, dana kawasan Taman Nasional, sekarang ini mengalami kerusakan sereius di berbagai tempat seperti TN Leuser, Wanggameti, Kerinci Sebelat, Bukit barisan Selatan, TN Lore Lkindu, Cagar Alam Morowali, TN Kutai, dan lain-lain. Cara pandang para pencuri kayu di hutan konservasi adalah sebagai akibat dari semakin sedikitnya potensi hutan di kawasan hutan produksi karena pengelolaan oleh HPH tidak mampu membuktikan kelestarian sumberdaya hutannya tercapai. Semua orang sudah tahu sebenarnya apa yang menyebabkan pencurian kayu di hutan-hutan Sulawesi tengah. Pihak kehutanan (arti luas) sering memberikan laporan tertulis dan barang bukti kepada pihak kepolisian, dengan harapan kasus-kasus pencurian kayu ditangani secara serius dan segera pelakunya ditindak tegas melalui proses hukum yang berlaku. Sayangnya penanganan kasus-kasus pencurian kayu di Sulawesi tengah belum memuaskan masyarakat. Masyarakat banyak bertanya kepada pihak kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman, mengapa proses hukum dan pelanggaran hukum tentang pencurian kayu, belum juga mendapat perhatian dari pihak kepolisian secara memadai. Banyak orang menengarai (di banyak daerah di Indonesia) bahwa banyak “orang dalam” terlibat pencurian dan pengrusakan hutan, misalnya dari oknum petugas kehutanan, oknum TNI/Polri, oknum pemerintah daerah, masyarakat desa yang miskin dan terdesak ekonomi, pengusaha menengah dan besar, tokoh masyarakat, dan kelompok intelektual .
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengakui setiap tahun hutan Indonesia berkurang 700.000 hektare akibat pembalakan liar. Zulkifli menyebut kawasan hutan yang kerap jadi sasaran pembalakan liar pada 2010 di antaranya hutan di Sumatera Selatan, Taman Nasional Kerinci, hutan lahan gambut di Cagar Alam Giam Siak Kecil dengan kedalaman lebih dari 3 meter (Riau) dan Padang Lawas-Sulawesi Tengah. "Pembukaan hutan dilakukan dengan cara masyarakat masuk ke hutan kemudian menebang pohon baru oknum itu masuk dan memanfaatkan lahan sebagai lahan sawit," kata Zulkifli setelah rapat pembahasan RUU Pencegahan dan Pemberantasan Pembalakan Liar (P3L) dengan Komisi IV DPR, Rabu (16/2). Zulkifli mengatakan, pembalakan liar masih terjadi di taman nasional dan lahan gambut yang merupakan buffer penahan longsor atau banjir. Oleh karena itu, pemerintah bersama DPR akan mempercepat penyelesaian pembahasan RUU P3L. "Targetnya, April disahkan," ujar Zulkifli.
Pemerintah berharap, undang-undang ini bisa memberikan efek jera kepada para pelaku pembalakan liar sebab sanksinya semakin berat. Menurut Zulkifli, selama ini para pembalak hanya dikenai hukuman satu bulan padahal kerugian akibat pembalakan liar mencapai ratusan triliun rupiah. Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan Darori menambahkan, sanksi bagi pengusaha yang terbukti membawa kayu hukuman maksimal 15 tahun penjara dan minimal 4 tahun penjara plus denda minimal Rp 5 miliar dan maksimal Rp 15 miliar. Sedangkan untuk pengusaha yang terlibat dalam penambagan ilegal, hukumannya lebih berat lagi. Hukumannya penjaranya minimal 8 tahun dan maksimal 18 tahun. Sedangkan denda, minimal Rp 20 miliar dan maksimal Rp 50 miliar. "Untuk rakyat kalau satu batang pohon tidak sama dengan pengusaha, kalau rakyat minimal 3 bulan dan maksimal 3 tahun. Denda minimal Rp 500.000 dan maksimal Rp 3 juta," ujarnya.
B. Mengapa Hutan Kita Rusak
Kerusakan hutan di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh polah para penebang Liar saja, tetapi kerusakan tersebut berdimensi banyak sebagai akibat dari konflik kepentingan berbagai pihak terhadap sumberdaya hutan. Banyak publikasi dari Departemen Kehutanan tahun 2001 menunjukkan bahwa kerusakan hutan sebagai akibat dari sistem pengusahaan hutan yang ada selama ini (HPH) di Indonesia telah mencapai paling sedikit 20 juta ha dan lahan hutan kritis mencapai paling sedikit 15 juta ha. Dana reboisasi (DR) yang dipungut dan dikumpulkan sejak tahun 1970 oleh Departemen kehutanan hanya sebesar Rp 8 trilyun. Sementara itu dana yang diperlukan untuk tindakan rehabilitasi hutan rusak dan hutan kritis paling sedikit Rp 75 trilyun. Karena itu dana DR memang cukup seksi untuk dibicarakan banyak orang, tetapi ternyata untuk mengembalikan fungsi hutan alam seperti sediakala saja dana yang ada tersebut sangat jauh dari cukup, artinya kurang banyak dan pasti jalan yang akan ditempuh adalah berhutang ke luar negeri. Sungguh ini sebuah tindakan yang memalukan bagi sebuah bangsa yang kurang sekali perhitungannya, bahkan kami dapat mengatakan inilah sebuah TRAGEDY OF THE COMMON untuk hutan tropis alam yang kita banggakan selama ini. Masikah kita akan mampu melindungi hutan kita yang tersisa jika pikiran kita hanya tertuju kepada EKONOMI KAYU saja. Data-data tentang kerusakan dan laju kerusakan hutan sampai tahun 1997 dapat dilihat pada lampiran.
Kerusakan hutan kita dipicu oleh tingginya permintaan pasar dunia terhadap kayu, meluasnya konversi hutan menjadi perkebunan sawit, korupsi dan tidak ada pengakuan terhadap hak rakyat dalam pengelolaan hutan.
Industri perkayuan di Indonesia memiliki kapasitas produksi sangat tinggi dibanding ketersediaan kayu. Pengusaha kayu melakukan penebangan tak terkendali dan merusak, pengusaha perkebunan membuka perkebunan yang sangat luas, serta pengusaha Industri perkayuan di Indonesia memiliki kapasitas produksi sangat tinggi dibanding ketersediaan kayu. Pengusaha kayu melakukan penebangan tak terkendali dan merusak, pengusaha perkebunan membuka perkebunan yang sangat luas, serta pengusaha pertambangan membuka kawasan-kawasan hutan.
Dan hal ini juga makin diperparah dengan kondisi pemerintah yang korup, yang menganggap hutan sebagai sumber uang dan dapat dikuras habis untuk keperluan pribadi atau kelompok.
Manajemen hutan di Indonesia telah lama dijangkiti oleh korupsi. Petugas pemerintahan yang dibayar rendah dikombinasikan dengan lazimnya usahawan tanpa reputasi baik dan politisi licik, larangan penebangan hutan liar yang tak dijalankan, penjualan spesies terancam yang terlupakan, peraturan lingkungan hidup yang tak dipedulikan, taman nasional yang dijadikan lahan penebangan pohon, serta denda dan hukuman penjara yang tak pernah ditimpakan. Korupsi telah ditanamkan pada masa pemerintahan mantan Presiden Jendral Haji Mohammad Soeharto (Suharto), yang memperoleh kekuasaan sejak 1967 setelah berpartisipasi dalam perebutan pemerintahan oleh militer di tahun 1967. Di bawah pemerintahannya, kroni tersebar luas, serta banyak dari relasi dekat dan kelompoknya mengumpulkan kekayaan yang luar biasa melalui subsidi dan praktek bisnis yang kotor.
C. Bagaimana Penebangan Hutan Itu Terjadi
Secara keseluruhan Indonesia saat ini mengalami berbagai masalah dalam hidup dan kehidupan bernegara dan berbangsa. Masalah-masalah yang ada secara sosial, ekonomi, budaya, dan politik, adalah hasil dari sesuatu yang bersifat akumulatif yang berlarut-larut, dan sangat sulit melacak akar masalahnya. Masalah sosial politik dan budaya ditandai dengan munculnya berbagai gejala dan praktik kehidupan yang saling curiga, saling menyalahkan, dan saling tidak percaya satu sama lain, serta pertentangan etnik dan agama. Berbagai macam pula faktor penyebab yang menimbulkan hal-hal tersebut di atas. Setiap daerah memiliki masalahnya sendiri-sendiri, yang biasanya berbeda pula dengan masalah yang dihadapi oleh pemerintah pusat. Sangat umum dijumpai bahwa masalah yang dihadapi oleh pemerintah pusat ternyata berbeda sekali dengan masalah dan agenda-agenda yang dihadapi dan diinginkan oleh masyarakat dan pemerintah di daerah.
Semakin berkurangnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah yang disebabkan masih belum optimalnya hasil yang dicapai dari upaya perlindungan dan pegngamanan hutan pada masa pemerintahan yang lalu bahkan pada masa pemerintahan transisi menuju pemerintahan seperti sekarang ini membawa beban yang lebih berat terhadap upaya perlindungan dan pengamanan hutan, dimana masyarakat sudah tidak perduli lagi terhadap pokok-pokok pengelolaan sumber daya alam hal ini terlihat dengan semakin merajalelanya praktek penebangan liar, perambahan yang disertai dengan penjarahan dan tuntutan masyarakat terhadap hak-hak pengelolaan hutan.
Masih rendahnya pendapatan rata-rata dari masyarakat yang hidup di dalam dan sekitar kawasan huatn yang belum dapat diimbangi dengan peningkatan lapangan kerja dan kesempatan berusaha, sehingga kebutuhan standard hidup yang semakin meningkat tidak dapat terpenuhi, hal ini menyebabkan semakin besarnya tekanan dari masyarakat terhadap kawasan hutan, dimana terbukti dengan makin bertambahnya jumlah perambah hutan.
Peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan semakin meningkatnya kebutuhan akan lahan pertanian, pemukiman, sarana dan prasarana perhubungan, yang pada akhirnya membawa dampak buruk terhadap instansi kehutanan yaitu dengan adanya penyerobotan, pemakaian dan pengklaiman lahan kehutanan.
Di daerah semua masalah tumpah disana, mulai dari kemiskinan, ketidak berdayaan ekonomi, powerless, akses dan asset pada sumberdaya alam dan produksi yang terbatas, dan peluang kerja yang terbatas. Masalah di daerah muncul sangat sering dipicu oleh beberapa hal antara lain: (1) ketidakadilan dalam pemanfaatan sumberdaya alam antara pusat dan daerah, (2) pembagian hasil sumberdaya alam (hutan) antara pusat dan daerah yang belum berkeadilan, khususnya bagi daerah-daerah yang kaya sumberdaya alam, dan (3) secara tidak sadar pendekatan pemanfaatan sumberdaya alam (hutan) yang sentralistik telah “meminggirkan” hak sosial budaya, politik, dan ekonomi masyarakat sekitar dan dalam hutan, sehingga menimbulkan keresahan berkepanjangan. Masalah-masalah tersebut tetap berlangsung sejak dulu sampai sekarang ini.
Penebangan kayu liar (illegal logging) adalah salah satu persoalan nasional dan internasional yang dirasakan oleh negara-negara berkembang. Contoh penebangan liar mendapat sorotan dunia adalah dengan dimasukkan butir illegal logging dalam retsrukturisasi fundamental ekonomi pada kesepakatan Indonesia dan IMF dalam letter of intent pertama (LOI -I). Sebab menurut berbagai analisis ekonomi mengatakan bahwa pemerintah telah banyak dirugikan terutama dari segi pajaknya akibat penebangan liar tersebut. Penebangan hutan secara liar tersebut terjadi di seluruh daerah di Indonesia, baik di kawasan hutan produksi yang dikuasai oleh pemegang HPH, hutan lindung, maupun di kawasan hutan konservasi. Bagaimana mengatasi penebangan liar tersebut bukanlah suatu tindakan yang sederhana dan mudah, karena memang pencurian kayu berdimensi komplek dan melibatkan banyak pihak yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan dan hak-hak generasi yang akan datang.
Kerusakan hutan sebagai akibat dari penebangan liar, khususnya yang terjadi di Sulawesi tengah dan daerah-daerah kabupaten seperti Poso., Toli-toli, dan Donggala, sama kejadiannya dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Penebangan hutan secara liar tersebut disebabkan antara lain oleh:
- tidak seimbangnya supply – demand kayu sebagai akibat dari industri kehutanan yang tidak tertata dengan baik;
- izin pembukaan industri menengah perkayuan tidak mempertimbangkan pasok sumberdaya kayu yang ada di hutan;
- fokus industri hasil hutan hanya pada kayu saja, dan mengecilkan arti bisnis hasil hutan non-kayu;
- pemikiran dari departemen kehutanan bahwa satu-satunya nilai hutan yang paling cepat hasilnya adalah dari kayu, dan nilai hutan lainnya belum dihitung dengan cermat;
- ulah pemegang modal untuk memperoleh kayu, tetapi tidak ingin mengikuti prosedur yang benar;
- kemiskinan penduduk desa yang ada disekitar kawasan hutan;
- masyarakat meniru cara-cara pengusahaan hutan yang ada di sekitar kehidupan mereka
Masalah illegal logging di Sulawesi Tengah merupakan dampak dari berbagai macam kekecewaan atas cara-cara pengelolaan hutan yang ada selama ini. Hutan di kelola selama ini dengan fokus kepada bisnis tentang kayu saja. Ketika kayu mulai habis di lawasan hutan produksi, maka para pengguna kayu harus mencari alternatif di kawasan hutan konservasi. Pencurian kayu di Taman nasional Lorelindu adalah salah satu contoh dari dampak tersebut. Dalam jangka panjang orientasi pengelolaan hutan jangan lagi ke timber based, tetapi lebih ke ekosistem based. Terbukti bahwa nilai hutan itu hanya kurang dari 5% dari nilai hutan secara keseluruhan. Ke depan bisnis hasil hutan non kayu jauh lebih prospektif di banding dengan bisnis kayu saja.
Penebangan hutan di Indonesia yang tak terkendali telah dimulai sejak akhir tahun 1960-an, yang dikenal dengan banjir-kap, dimana orang melakukan penebangan kayu secara manual. Penebangan hutan skala besar dimulai pada tahun 1970. Dan dilanjutkan dengan dikeluarkannya ijin-ijin pengusahaan hutan tanaman industri di tahun 1990, yang melakukan tebang habis (land clearing).
Selain itu, areal hutan juga dialihkan fungsinya menjadi kawasan perkebunan skala besar yang juga melakukan penebangan hutan secara menyeluruh, menjadi kawasan transmigrasi dan juga menjadi kawasan pengembangan perkotaan.
Di tahun 1999, pemerintah daerah membagi-bagikan kawasan hutannya kepada pengusaha daerah dalam bentuk hak pengusahaan skala kecil. Di saat yang sama juga terjadi peningkatan aktivitas benebangan hutan tanpa ijin yang tak terkendali oleh kelompok masyarakat yang dibiayai pemodal yang dilindungi oleh aparat pemerintahan dan keamanan.
D. Apa Dampak kerusakan hutan
Dengan semakin berkurangnya hutan di Indonesia, maka sebagian besar kawasan di Indonesia merupakan kawasan yang rentan akan bencana, seperti kekeringan maupun tanah longsor. Sejak tahun 1998 hingga pertengahan 2003, tercatat telah terjadi 647 kejadian bencana di Indonesia dengan 2022 korban jiwa dan kerugian milyaran rupiah, dimana 85% dari bencana tersebut merupakan bencana banjir bandang dan longsor yang diakibatkan oleh kerusakan hutan [Bakornas Penanggulangan Bencana, 2003].
Selain itu, Indonesia juga akan kehilangan tumbuhan dan hewan yang beragam yang selama ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Sementara itu, hutan juga merupakan sumber kehidupan bagi rakyat Indonesia. Hutan merupakan penghasil makanan, obat-obatan, serta menjadi tempat hidup dan untuk bernaung bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Seiring dengan makin meningkatnya kerusakan hutan di Indonesia, semakin tinggi juga tingkat kemiskinan di Indonesia.
Ilmuwan di berbagai belahan dunia telah membuktikan hubungan langsung antara kerusakan hutan dengan bencana banjir dan longsor, konflik dengan masyarakat, hilangnya keanekaragaman hayati, timbulnya kebakaran hutan dan juga sebagai salah satu faktor pemicu perubahan iklim global.
Di akhir tahun 2009 hingga sekarang, seluruh dunia tanpa terkecuali Indonesia telah mngalami berbagai bencana mulai dari yang biasa, yang berupa banjir rop hingga bencana luar biasa yang terjadi silih berganti tanpa henti dan entah kapan bencana-bencana tersebut akan berakhir, bencana-bencana besar tersebut yang telah mnenimpa negara kita adalah terjadinta tsunami, banjir bandang, longsor dimana-mana, gempa bumi, gunung meletus, bahkan yang sangat meresahkan sebagian besar masyarakat Indonesia dan dirasakan juga oleh negara belahan dunia lainnya, yaitu terjadinya perubahan musim yang tidak jelas atau lebih dikenal dengan perubahan iklim global yang sudah terjadi beberapa tahun belakangan ini dan bahkan masih terjadi hingga sekarang. Sebenarnya musibah bencana-bencana tersebut tidak hanya dialami oleh bangsa Indonesia, tetapi dialami juga oleh negara-negara belahan dunia lainnya yang tidak kalah dasyatnya.
E. Apa Saja Upaya Yang Telah Dilakukan Untuk Mencegah Penebangan Hutan
Pemerintah Indonesia melalui keputusan bersama Departemen Kehutanan dan Departemen Perindustrian dan Perdagangan sejak tahun 2001 telah mengeluarkan larangan ekspor kayu bulat (log) dan bahan baku serpih. Dan pada tahu 2003, Departemen Kehutanan telah menurunkan jatah tebang tahunan (jumlah yang boleh ditebang oleh pengusaha hutan) menjadi 6,8 juta meter kubik setahun dan akan diturunkan lagi di tahun 2004 menjadi 5,7 juta hektar setahun.
Eksistensi dan manfaatan hasil hutan menyangkut hajat hidup orang banyak dengan segala aspek kehidupannya. Perlindungan hutan merupkan salah satu aspek dalam kegiatan pengelolaan hutan. Tingkat kerusakan yang teramati saat ini di kabupaten Tanggamus, mengisyaratkan perlunya perlindungan hutan mendapat porsi pengelolaan yang lebih besar dalam kegiatan pengelolaan hutan.
Melihat kenyataan itu, maka perlu segera dilakukan langkah-langkah konkret dilapangan dalam rangka pengamanan dan penyelamatan hutan, sesuai dengan isi UU Kehutanan Nomor 41 Tahun 1999, bgaian kelima tentang Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Pasal 48 ayat 1 dan 2, disebutkan bahwa “Pemerintah mengatur dan melakanakan perlindungan hutan pada hutan negara, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan”.
Beberapa langkah dan upaya yang dilakukan dalam pengelolaan hutan dan penanganan
penebangan liardi wilayah Kabupaten Tanggamus adalah sebagai berikut:
1. Mencegah dan memebatasi kerusakan hutan serta menjaga hak negara atas hutan dan
hasil hutan.
2. Menindak tegas pelaku pelanggaran/kejahatan terhadap hutan, hasil hutan dengan
hukum yang berlaku dan menimbulkan efek jera terhadap pelaku.
3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pengamanan hutan.
4. Meningkatkan keterampilan dan profesional petugas pengamanan hutan yang lebih
mandiri.
Rencana pengelolaan hutan di Kabupaten Tanggamus akan ditempuh melalui beberapa
pendekatan:
a. Pendekatan Fisik dan Wilayah
Berdasarkan kondisi biofisik kawasan hutan yang ada, maka penangnannya sebagai berikut:
a. Pendekatan Fisik dan Wilayah
Berdasarkan kondisi biofisik kawasan hutan yang ada, maka penangnannya sebagai berikut:
1. Kawasan hutan yang masih berhutan primer dan berhutan lainnya dipertahankan
keberadaannya untuk tidak dilakukan perusakan dan penebangan
. 2. Kawasan hutan yang telah ada lahan garapannya dan pemukiman diarahkan direhabilitasi secara bertahap melalui program HKm, serta penanganan preventif dan represif terhadap pola-pola penggarapan yang tidak sesuai dengan pola yang ditetapkan.
3. Terhadap kasus penggarapan baru dan kasus-kasus pengamanan hutan lainnya yang baru, ditangani dan diselesaikan kasus per kasus sedini mungkin sejak ditemukan dan sedapat mungkin diselesaikan di tingkat lapangan.
B. Pendekatan sosial budaya
Pola pengelolaan hutan yang dikembangkan mencakup:
1. Pengamanan hutan dengan pola pendekatan holistik, yang melihat seluruh aspek kehidupan dan sejarah keberadaan kawasan hutan sampai dengan saat terakhir. Dengan demikian penanganannya melibatkan seluruh Stake holder terkait.
2. Pendekatan persuasif dan kesejahteraan denagn melibatkan partisipasi kelompok masyarakat sekitar kawasan hutan yang pada intinya adalah pemberdayaan masyarakat sekitar hutan dalam kegiatan pengelolaan hutan.
C. Strategi Pelaksanaan
1. Kembali ke hutan (Back to Forest); Obyek pengelolaan hutan dan pengamanan hutan adalah kawasan hutan dan segala potensinya yang perlu dilindungi dari segala gangguan dan ancaman. Petugas lapangan dan polisis hutan perlu dikelola agar keberadaannya selalu dekat dan menyatu dengan kawasan hutan beserta masyarakat disekitarnya.
2. Memperkuat aparat pengamanan khususnya dari segi sumberdaya manusianya, serta
sarana prasarana yang mendukung.
3. Memperkuat koordinasi dengan instansi terkait khususnya kepolisisan, kehakiman
dan kejaksaan.
4. Memberikan dan meminta dukungan/advokasi kepada pihak terkait bagi kegiatan- kegiatan dan usaha-usaha yang bertujuan untuk mempertahankan dan mengamankan serta melestarikan hutan.
5. Melaksanakan pengamanan hutan bersama masyarakat dengan Polisi Hutan sebagai
tenaga Intinya.
Pemerintah juga telah membentuk Badan Revitalisasi Industri Kehutanan (BRIK) yang bertugas untuk melakukan penyesuaian produksi industri kehutanan dengan ketersediaan bahan baku dari hutan.
Selain itu, Pemerintah juga telah berkomitmen untuk melakukan pemberantasan illegal logging dan juga melakukan rehabilitasi hutan melalui Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) yang diharapkan di tahun 2008 akan dihutankan kembali areal seluas tiga juta hektar.
Tetapi dalam pelaksanaannya nanti akan sangat tergantung pada beberapa hal, diantaranya:
1. Perkembangan ancaman, tantangan dan hambatan yang saat ini terus berkembang sesuai dengan perkembangan aspek politik, sosial, ekonomi dan budaya serta berbagai issue global, baik nasional, regional maupu internasional.
2. Keseriusan dari para petugas dalam melaksanakan pengelolaan hutan dan penegakan
hukum secara tegas.
3. Sarana dan prasarana penunjang yang dimiliki.
4. Peran serta dari semua instansi terkait dan seluruh strata masyarakat, untuk terciptanya
keserasian dan keterpaduan gerak langkah.
Terakhir, agar tujuan pembanguann kehutanan berhasil dengan baik, maka upaya-upaya
pemanfaatan hasil hutan harus tetap memperhatikan aspek-aspek perlindungan dan pengamanan hutan. Sehingga hasil yang dicapai dari pemanfaatan hasil hutan tersebut dapat tetap mendukung upaya pengamanan dan perlindungan hutan, dengan kata lain rakyat sejahtera dan hutan tetap lestari.
F. Jeda penebangan hutan
Jeda pembalakan hutan [moratorium logging] adalah pembekuan atau penghentian sementara seluruh aktifitas penebangan hutan skala besar (skala industri) untuk sementara waktu tertentu sampai sebuah kondisi yang diinginkan tercapai.
Keuntungan jeda penebangan [moratorium logging]:
- Menahan laju kehancuran hutan tropis di Indonesia;
- Dapat memonitor dan penyergapan penebangan liar;
- Kesempatan menata industri kehutanan;
- Mengatur hak tenurial sumber daya hutan;
- Meningkatkan hasil sumber daya hutan non-kayu;
- Mengkoreksi distorsi pasar kayu domestik;
- Restrukturisasi dan rasionalisasi industri olah kayu
- Mengkoreksi over kapasitas industri
- Memaksa industri meningkatkan efisiensi pemakaian bahan baku dan membangun hutan-hutan tanamannya.
Kerugian bila jeda penebangan [moratorium logging] tidak dilakukan:
- Tidak dapat memonitor kegiatan penebangan haram secara efektif;
- Distorsi pasar tidak dapat diperbaiki dan pemborosan kayu bulat akan terus terjadi;
- Tidak ada paksaan bagi industri meningkatkan efisiensi, menunda pembangunan hutan-hutan tanaman dan terus semakin jauh menghancurkan hutan alam;
- Defisit industri kehutanan sebesar US$ 2,5 milyar per tahun dari penebangan liar tidak bisa dihentikan;
- Hutan di Sumatra akan habis paling lama dalam 5 tahun, dan hutan Kalimantan akan habis paling dalam waktu 10 tahun;
- Kehilangan devisa sebesar US$ 7 milyar dan ratusan ribu pekerja kehilangan pekerjaannya.
Jeda penebangan [moratorium logging] hanyalah proses, bukan tujuan akhir. Moratorium menawarkan kemungkinan-kemungkinan pelaksanaan seluruh rencana reformasi dan pelaksanaan komitmen pemerintah di sector kehutanan. Moratorium juga menjadi langkah awal bagi pelaksanaan seluruh reformasi tersebut. Langkah-langkah moratorium dapat dilakukan selama dua hingga tiga tahun dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
Tahap I: Penghentian pengeluaran ijin-ijin baru
Moratorium atau penghentian pemberian atau perpanjangan ijin-ijin baru HPH, IPK, perkebunan, sambil menghentikan keran ekspor kayu bulat serta mengeluarkan kebijakan impor bagi industri olah kayu. Dalam tahap ini, perlu pula dilakukan penundaan pelaksanaan wewenang untuk pemberian ijin HPH dan IPHH (seluas <1000 Ha dan 100 hektar) oleh Bupati. Ijin-ijin oleh Bupati hanya dapat dikeluarkan bila daerah tersebut telah memiliki prasyarat sebagai berikut: adanya lembaga pengendalian dampak lingkungan tingkat daerah (semacam Bapedalda), adanya sumberdaya keuangan dan sumberdaya manusia untuk menjalankan kebijakan lingkungan daerah. Moratorium perijinan adalah syarat mutlak dan menjadi tahap pertama pelaksanaan moratorium di Indonesia.
Moratorium atau penghentian pemberian atau perpanjangan ijin-ijin baru HPH, IPK, perkebunan, sambil menghentikan keran ekspor kayu bulat serta mengeluarkan kebijakan impor bagi industri olah kayu. Dalam tahap ini, perlu pula dilakukan penundaan pelaksanaan wewenang untuk pemberian ijin HPH dan IPHH (seluas <1000 Ha dan 100 hektar) oleh Bupati. Ijin-ijin oleh Bupati hanya dapat dikeluarkan bila daerah tersebut telah memiliki prasyarat sebagai berikut: adanya lembaga pengendalian dampak lingkungan tingkat daerah (semacam Bapedalda), adanya sumberdaya keuangan dan sumberdaya manusia untuk menjalankan kebijakan lingkungan daerah. Moratorium perijinan adalah syarat mutlak dan menjadi tahap pertama pelaksanaan moratorium di Indonesia.
Tahap II: Pelaksanaan uji menyeluruh kinerja industri kehutanan
Dalam waktu 2 bulan setelah moratorium dilaksanakan, penghentian ijin HPH bermasalah terutama yang memiliki kredit macet yang sedang ditangani oleh BPPN. Utang harus dibayar kembali oleh pemilik dan penegakan hukum dilakukan bagi industri-industri yang bermasalah. Pada tahap ini penilaian asset industri-industri bermasalah harus dilaksanakan melalui due diligence secara independen oleh pihak ketiga.
Dalam waktu 2 bulan setelah moratorium dilaksanakan, penghentian ijin HPH bermasalah terutama yang memiliki kredit macet yang sedang ditangani oleh BPPN. Utang harus dibayar kembali oleh pemilik dan penegakan hukum dilakukan bagi industri-industri yang bermasalah. Pada tahap ini penilaian asset industri-industri bermasalah harus dilaksanakan melalui due diligence secara independen oleh pihak ketiga.
Tahap III: Penyelamatan hutan-hutan yang paling terancam
Dalam waktu 6 bulan, pemerintah harus menghentikan seluruh penebangan kayu di Sumatra dan Sulawesi, kedua pulau ini hutannya sangat terancam. Penataan kembali wilayah hutan di Sumatra dan Sulawesi serta penanganan masalah sosial akibat moratorium logging dengan mempekerjakan kembali para pekerja pada proyek-proyek penanaman pohon dan pengawasan hutan, seperti yang terjadi di Cina.
Dalam waktu 6 bulan, pemerintah harus menghentikan seluruh penebangan kayu di Sumatra dan Sulawesi, kedua pulau ini hutannya sangat terancam. Penataan kembali wilayah hutan di Sumatra dan Sulawesi serta penanganan masalah sosial akibat moratorium logging dengan mempekerjakan kembali para pekerja pada proyek-proyek penanaman pohon dan pengawasan hutan, seperti yang terjadi di Cina.
Tahap IV: Penghentian sementara seluruh penebangan hutan dan penyelesaian masalah-masalah potensi sosial
Dalam waktu satu tahun moratorium pembalakan kayu dilaksanakan, pemerintah dapat menghentikan seluruh kegiatan penebangan kayu di Kalimantan dan penanganan masalah sosial yang muncul sejauh ini dan selama masa moratorium dilaksanakan melalui sebuah kebijakan nasional.
Dalam waktu satu tahun moratorium pembalakan kayu dilaksanakan, pemerintah dapat menghentikan seluruh kegiatan penebangan kayu di Kalimantan dan penanganan masalah sosial yang muncul sejauh ini dan selama masa moratorium dilaksanakan melalui sebuah kebijakan nasional.
Tahap V: Larangan sementara penebangan hutan di seluruh Indonesia
Dalam waktu 2-3 tahun: penghentian seluruh penebangan kayu di hutan alam untuk jangka waktu yang ditentukan di seluruh Indonesia. Pada masa ini, penebangan kayu hanya diijinkan di hutan-hutan tanaman atau hutan yang dikelola berbasiskan masyarakat lokal.
Dalam waktu 2-3 tahun: penghentian seluruh penebangan kayu di hutan alam untuk jangka waktu yang ditentukan di seluruh Indonesia. Pada masa ini, penebangan kayu hanya diijinkan di hutan-hutan tanaman atau hutan yang dikelola berbasiskan masyarakat lokal.
Selama moratorium dijalankan, industri-industri kayu tetap dapat jalan dengan cara mengimpor bahan baku kayu. Dengan melanjutkan penggunaan bahan baku kayu dari dalam negeri, pada dasarnya kita sama saja dengan melakukan bunuh diri. Untuk memudahkan pengawasan tersebut, maka jenis kayu yang diimpor haruslah berbeda dengan jenis kayu yang ada di Indonesia.
G. Pengaruh Penebangan Hutan dengan Global Warming
Kebanyakan usaha pertambangan dilakukan di tengah hutan, karena itu untuk mulai dan memperluas wilayah pertambangan hutan harus ditebang.
Penebangan hutan ini mengakibatkan terlepasnya karbon dari tanah ke udara, sekaligus menghilangkan pepohonan yang berfungsi mengikat karbon di udara ke tanah dalam jumlah besar. Jumlah karbon yang bertambah di udara mengakibatkan pemanasan global.
H. Keuntungan Dari Penebangan Hutan
Sebetulnya, jika penebangan hutan dilakukan dengan benar, hutan bisa menghasilkan banyak sekali keuntungan bagi Negara, apalagi jika diolah terlebih dahulu, bisa menghasilkan devisa yang banyak, seperti diolah menjadi furniture, kertas, dan lain lain.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Banyak sekali yang kita pelajari dalam penebangan hutan ini. Ada sisi positif dan negatif dalam penebangan hutan. Sayangnya, di Indonesia banyak sekali sisi negatif dalam penebangan hutan ini yang hanya mendatangkan kerugian bagi sebagian besar manusia dan hanya menguntungkan segelintir manusia yang sebenarnya bila dilakukan secara benar penebangan hutan ini sangat bermanfaat bagi banyak manusia.
Banyak sekali hikmah yang kita petik dari akibat melakukan pembabatan/penebangan hutan secara liar atau terus-menerus, diantaranya terjadinya berbagai macam bencana yang menimpa negara Indonesia beberapa dekade ini yang terjadi seakan-akan tidak pernah surut dan akan tetap terjadi sepanjang masa. Bencana-bencana tersebut yeng telah menghantam dan dialami oleh bangsa Indonesia, diantaranya ; banjir rop, banjir bandang, banjir lahar, tanah longsor, gunung meletus, dan bahkan tsunami ikut juga meramaikan parade bencana di Indonesia, akan tettapi bencana-bencana tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga terjadi di negara-negara belahan dunia lainnya yang tidak kalah dasyatnya dengan bencana yang terjadi di negeri kita. Dampak dari penggundulan hutan tidak hanya berupa bencana-bencana tersebut diatas, tetapi juga berdampak pada terjadinya pemanasan global yang ditandai dengan terjadinya perubahan musim yang tidak jelas.
B. Saran
Sebaiknya untuk penebangan hutan ini pemerintah memperhatikan hukum dan peremajaan hutan, HPH tidak diberikan secara asal kepada orang yang tidak bertanggung jawab, adanya hukum yang tegas mengenai pencurian kayu, dan pemanfaatan secara maksimal dari kayu. Dan juga ditegakkan hukum tidak hanya pada penebang-penebang liar dan perusahaan-perusahaan terkait, tetapi juga ditegakkan kepada para cukong-cukong yang bersekongkol dengan aparatur pemerintah yang dalam hal ini Polisi hutan, pejabat daerah dan intansi-intansi pemerintah lainnya yang ikut serta dalam memuluskan kegiatan-kegiatan pengrusakan hutan dengan cara penebangan hutan secara liar dan pembakaran hutan.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
· Courtesy of youtube,2011.
· Akhadiah, S., Arsjad, M. G., Ridwan, S. H. (1988).Pembinaan kemampuan menulis bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga.
· Abdullah, 1984. Pelestarian dan Peranan Hutan Mangrove di Indonesia dalam Prosiding Seminar II Ekosistem Mangrove. Proyek Lingkungan Hidup-LIPI. Jakarta.
· Parry, D. E. 1996. Strategi Nasional untuk Pengelolaan Hutan Mangrove di Indonesia dalam Lokakarya “Strategi Nasional Pengelolaan Hutan Mangrove di Indonesia, Jakarta, 26-27 Juni 1996. Proyek Pengelolaan dan Rehabilitasi Hutan Mangrove di Sulawesi, Direktorat Jenderal Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan, Departemen Kehutanan. Jakarta.
· Awang San Afri, 2001. Makalah seminar sehari penyelesaiaan masalah illegal logging dalam penegakan hukum dan perubahan pemikiran sistem pengelolaan hutan di sulawesi tengah. sulawesi tengah
Langganan:
Postingan (Atom)